Netral English Netral Mandarin
21:25wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Tuntut Habib Rizieq Dibebaskan, Demo Santri di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya Berakhir Ricuh

Selasa, 13-Juli-2021 08:00

Aksi Demo di depan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya
Foto : Istimewa
Aksi Demo di depan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya
7

TASIKMALAYA, NETRALNEWS.COM - Aksi demonstrasi menuntut dibebaskannya Habib Rizieq Shihab oleh Gerakan Laskar Santri (GELAS) di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Senin (12/7/2021) berakhir ricuh.

Unjuk rasa digelar ditengah kegiatan vaksinasi menyambut Hari Bhakti Adhyaksa atau HUT Kejaksaan.

Masa aksi datang sekitar pukul 11.00 WIB, dimana acara Vaksin sedang berlangsung. Tuntutan massa adalah meminta kepala kejaksaan Negeri Tasikmalaya memberikan pernyataan terkait penahanan HRS.

M Syarif, SH. MH selaku kepala kejaksaan Negeri Tasikmalaya pun datang untuk menemui masa aksi dan berdialog dengan para pengunjuk rasa. Pihaknya meminta 5 orang perwakilan untuk berdialog di dalam namun di tolak, situasi pun semakin memanas saat pendemo saling dorong dengan Anggota Dalmas dari Polres Tasikmalaya.

Para Pengunjuk rasa mulai melempari pihak keamanan dengan batu dan kayu, tidak sampai disitu, mereka juga merusak kendaraan milik Polres Tasikmalaya dan sejumlah kendaraan Polres pun dirusak.

Bahkan kejadian tersebut membuat warga yang sedang menunggu di vaksin ketakutan, mereka di amankan ke dalam ruangan kejaksaan termasuk tenaga kesehatan dari puskesmas Mangunreja, juga anggota kepolisian dari Dalmas pun ada yang terluka akibat aksi anarkis pengunjuk rasa.

Keadaan sedikit mereda setelah pihak polres bertindak tegas terhadap pengunjuk rasa, selain itu kedatangan tokoh ulama kabupaten Tasikmalaya Ustadz Ansori sangat berpengaruh terhadap situasi saat itu.

Saat diwawancara awak media M. Syarif, menerangkan bahwa para pengunjuk rasa meminta Habib Rizieq dibebaskan. Menurutnya, hal itu bukan kewenangan kejaksaan tapi pengadilan.

"Masalahnya itu sudah beres sidang, pihak kami sudah memberi kesempatan untuk berdialog di ruangan dengan perwakilan mereka sebanyak 5 orang karena sedang masa PPKM, dan sedang acara pelayanan vaksin bagi masyarakat Desa Sukasukur, namun mereka menolak," kata Syarif, Senin (12/07/2021).

"Setelah kelihatan mereka mulai anarkis, saya pun masuk ke ruangan," tambah Syarif

Sementara itu Ustadz Ansyori sangat menyayangkan dengan adanya tindakan anarkis yang dilakukan pengunjuk rasa.

"Sebelumya saya sudah mewanti – wanti jangan ada pengrusakan dan jangan ada penangkapan, pesan itu saya sampaikan kepada anak – anak juga ke kasat Intel melalui Handphone (HP) saya," ucap Ansori

"Saya sendiri tahu adanya demo ricuh setelah di telepon kasat Intel, kita berharap Tasikmalaya selamat, Tasikmalaya kondusif. Kejadian ini adalah dampak adanya ketidakadilan," ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, puluhan pendemo kini di amankan di mapolres Tasikmalaya dengan beberapa barang bukti untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP