Netral English Netral Mandarin
15:17wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Turunkan Militer Halau Pemudik, UHF: Mereka Bukan Kriminal, Kenapa WNA Tiongkok Masuk Bebas

Jumat, 07-Mei-2021 11:18

Ustad Hilmi Firdausi
Foto : Istimewa
Ustad Hilmi Firdausi
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ustaz Hilmi Firdausi (UHF) ikut mengomentari adanya kebijakan militer pada imbauan anti mudik. Menurutnya itu sikap berlebihan yang dipakai pemerintah.

UHF menambahkan pemudik itu bukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Apalagi, kata dia kriminal. Seharusnya pendekatan humanis lebih ditekankan.

"Tank, aparat bersenjata lengkap utk menghalau pemudik dll...apakah itu tdk berlebihan ? Pemudik itu bukan KKB Papua, jg bukan pelaku kriminal. Knp tdk menggunakan pendekatan humanis?," Kata dia seperti dilansir di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

UHF membandingkan dengan kebijakan lainnya terkait pencegahan Covid -19. Sebab, banyak laporan WNA asal Tiongkok malah masuk bebas tanpa pencegahan apa pun.

"Sedangkan Warga Negara Asing China dibiarkan datang begitu saja ? Pencegahan covid jgn sampai mengabaikan hati nurani," tulisnya lagi.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli