Netral English Netral Mandarin
03:22wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Tutorial dan Tips Ecoprint untuk Pemula, Bisa Jadi Ide Bisnis saat Pandemi!

Rabu, 12-Mei-2021 14:20

Bisnis Ecoprint sangat menjanjikan di masa pandemi.
Foto : Rada Surabaya
Bisnis Ecoprint sangat menjanjikan di masa pandemi.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Apakah Anda sedang mencari ide bisnis saat Pandemi dan di rumah saja? Jika ya, ecoprint bisa jadi salah satu jawabannya. Selain bisa menguntungkan, aktivitas ini juga bisa menjadi hobi baru bermanfaat yang bisa Anda geluti. 

Ecoprint sendiri dikenal sebagai teknik pewarnaan alami dengan cara menempel berbagai bagian tumbuhan, baik itu daun dan bunga ke permukaan kain. Tentu motif kain yang dihasilkan dijamin tidak pasaran dan akan menjadi satu-satunya. 

Kain yang telah melalui proses ecoprint lantas bisa dikreasikan menjadi pakaian, tas, dompet, bahkan sepatu. Istimewanya lagi, berbagai produk ecoprint tentu ramah lingkungan dan limbahnya tidak akan akibatkan pencemaran udara, air, maupun tanah. 

Apabila tertarik, Anda bisa mengikuti beberapa langkah menerapkan teknik ecoprint ala Pegiat Ecoprint Irfan Kristianto berikut ini: 

Baca Juga :
  • Siapkan air rendaman besi alias air karat dan rendam kain selama 30 menit. Setelah itu tiriskan tanpa memeras kain
  • Setelah 30 menit, bentangkan kain lalu susun dedaunan sesuai selera
  • Lipat kain dan pada lipatan yang terakhir digulung, lalu diikat kuat
  • Kukus kain yang sudah diikat selama 2 jam
  • Buka ikatan, sisihkan dedaunan, dan jemur dengan angin-angin hingga kering

Irfan juga memberikan beberapa tips untuk melakukan teknik ecoprint berdasarkan pengalamannya malang-melintang di dunia ecoprint. Pertama, dia akui berbagai jenis daun bisa digunakan untuk digunakan dalam teknik ecoprint. Misalnya saja, daun kalpataru, daun jambu, dan daun ekaliptus. 

“Daun apa saja bisa. Asal jangan daun buah nanas,”ujar Irfan yang humoris ini pada Netralnews saat ditemui di studionya di Bandung baru-baru ini. 

Tips yang kedua, soal menyusun daun di atas kain. Sepengetahuannya, pigmen bagian belakang daun lebih tebal dibandingkan dengan bagian depan daun.

Jadi apabila ingin mendapatkan warna pekat, bisa mengambil warna dengan menempelkan bagian belakang daun pada kain. Apabila ingin mendapatkan warna yang tidak pekat, Anda bisa menempelkan bagian depan daun pada kain. Bahkan Anda juga bisa menyusun daun dengan bolak-balik. 

“Susun dedaunan di atas kain sesuai selera. Bagian bawah daun keluar pigmen lebih tebal dari belakang. Jadi tempel bagian belakang, bisa juga bolak-balik,” ujar Irfan yang karyanya sudah tersohor hingga ke luar negeri ini. 

Ketiga, terkait dengan teknik mengeringkan kain. Dia imbau agar kain dikeringkan hanya dengan angin saja, tidak boleh tersorot sinar matahari langsung karena akan mempengaruhi warna.  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani