3
Netral English Netral Mandarin
10:38 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Menyesal Tabrak Mati Ayam, TZ: Mereka yang Menyebabkan Ustaz Maheer Wafat Menyesal?

Rabu, 10-Februari-2021 15:13

Ngaku Menyesal Dulu Tabrak Mati Ayam, Tengku Zul sebut Mereka yang Menyebabkan Ustaz Maheer Wafat Menyesal?
Foto : Pikiran Rakyat
Ngaku Menyesal Dulu Tabrak Mati Ayam, Tengku Zul sebut Mereka yang Menyebabkan Ustaz Maheer Wafat Menyesal?
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain curhat pengalaman masa lalunya. Ia pernah menabrak mati seekor ayam dan ingin  mengganti rugi pemiliknya namun ternyata ditolak.

Zul kemudian mengaku sangat menyesal dengan peristiwa itu. Tiba-tiba, ia kaitkan pengalamannya dengan kasus meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata.

"Saat remaja saya pakai motor dan menabrak ayam di jalan. Ayam itu mati. Saya jumpai pemiliknya, dan dia kenal saya dan menolak diganti rugi.Sampai skrg hati saya selalu tdk enak jika ingat peristiwa itu," kata Zul, Rabu (10/2/21).

"Apakah mrk yg menyebabkan Ust Maher dipenjara dan wafat di sana menyesal..?" tanya Zul.

Untuk diketahui, Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di Rutan Polri, hari ini, Senin, 8 Februari 2021.

Sejumlah pihak sempat mendesak agar Polri mengungkap penyebab meninggalnya Ustadz Maaher. Salah satunya datang dari Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW).

"Ust Maaher wafat di rutan Mabes Polri. InnaaliLlahiwainnaailaiHi rajiun. Agar tak jadi fitnah, penting pihak Kepolisian memberikan penjelasan terbuka(transparan) dan profesional soal sebab wafatnya Ust Maher," begitu pinta HNW lewat akun Twitter pribadinya, Senin, 8 Februari 2021.

Tak perlu waktu lama, Polri pun memberikan penjelasan terkait penyebab meninggalnya Ustadz Maaher. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono mengungkap semuanya.

"Benar, (meninggal) karena sakit," ujar Rusdi, Senin, 8 Februari 2021 malam, dilansir Antara.

Meski begitu, Rusdi tidak menjelaskan sakit yang diderita Soni Eranata. Djuju Purwantoro selaku kuasa hukum Soni mengkonfirmasi meninggalnya klien dia.

"Iya betul, beliau meninggal sekitar pukul 19.00 WIB di Rutan Mabes Polri," kata Djuju.

Djuju menyebut sebelum wafat, kliennya sudah bolak-balik ke RS Polri Said Soekanto untuk menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya. Namun, Djuju tidak menjelaskan penyakit Soni.

Pihak keluarga Soni pun telah mengajukan permohonan kepada penyidik agar Soni dirawat di RS UMMI, Bogor, Jawa Barat.

"Berkas tiga hari lalu sudah dilimpahkan ke kejaksaan, hari Kamis saya sudah kirimkan surat agar yang bersangkutan kembali dirawat di RS UMMI Bogor atas permintaan keluarga," kata Djuju.

Namun, permintaan rujukan ke RS UMMI belum mendapat persetujuan dari penyidik. Soni pun akhirnya meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri.

Di awal Desember 2020, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Ustadz Maaher terkait dengan unggahan ujaran kebencian di akun media sosial Twitter @ustadzmaaher_.

Soni ditangkap untuk menindaklanjuti adanya laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.

Dalam kasusnya, Soni Eranata diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto