3
Netral English Netral Mandarin
12:07 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
TZ Protes Abu Janda Belum Ditahan, DS: Udah, Mending Main Ayam Bergelar Ustad dan Chicken Wings

Selasa, 23-Februari-2021 16:15

Abu Janda dan Tengku Zulkarnain
Foto : Hops.id
Abu Janda dan Tengku Zulkarnain
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar dan Tengku Zulkarnain saling "serang" melalui akun Twitter. Semua gegara cuitan Tengku Zul yang mempersoalkan kasus hukum yang menjerat Abu Janda alias Permadi Arya belum ada kemajuan berarti sementara Denny Sirager dan tokoh lain mengapa diam saja.

"Para pembully kebenaran pada ngumpet ke mana ya? Tidak ada yg bersuara atas perbedaan prilaku hukum  pada diri Abu Janda ini. @Dennysiregar7, Ade Armando, dkk kemana suaranya? Kenapa?" tanya Tengku Zul.

Denny pun menjawab: "Halahh ayah naen.. ente juga dulu dilaporin karena sebar hoaks kotak suara. Inget gak ? Dipenjara gak ? Trus masak gua bilang lu kebal hukum gitu?? Maenkan aja organ tunggalnya @ustadtengkuzul ... Tarek mannnggg." 

"Surat suara? Di situ saya cuma nanya. Masa nanya dilaporin? Mimpi dilaporin? Peramal dilaporin? Elu dkk Elu kebanyakan makan micin kalee, Den Den... Ntar piara ayam dilaporin... Hehe Hayya Lusak lha...," balas Zul.

"Udah, mending maen ayam aja deh  @ustadtengkuzul ... Kan pandemi, job2an sepi, undangan gada, amplop berkurang. Sapa tau kalo sering maen ayam punya gelar baru selain ustad, yaitu 'chicken wings'.. Keren kan gelarnya?" sentil Denny. 

Sebelumnya diberitakan, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan masih mendalami kasus yang berawal dari laporan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kepada pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dan penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Proses tersebut masih didalami terus," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/2).

Ramadhan mengatakan penyidik sejauh ini masih mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Dia memastikan hingga saat ini belum ada kesimpulan apapun dari kasus tersebut.

"Masih kumpulkan bukti-bukti, nanti kalau sudah ada update kami sampaikan," tandas dia.

Dua kasus ini menjadi sorotan di tengah mengemukanya wacana revisi UU ITE. Novel Baswedan dilaporkan lantaran cuitannya soal kematian Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Sedangkan Abu Janda dilaporkan terkait cuitannya soal 'Islam agama Arogan'.

Kasus-kasus lain mengenai UU ITE belakangan ini ikut jadi sorotan lantaran sempat disentil oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri, Senin pekan kemarin. Presiden bahkan mengatakan bakal merevisi pasal-pasal karet di payung hukum itu.

Senada, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan menyebutkan bahwa penggunaan UU ITE dalam beberapa waktu terakhir tidak sehat. Kata dia, aturan tersebut kerap menciptakan polarisasi di tengah masyarakat.

"Undang-undang ITE yang selama beberapa hari ini kita ikuti bahwa suasananya sudah tidak sehat," kata Listyo dalam arahannya di Rapat Pimpinan (Rapim) Polri, Jakarta, Selasa (16/2).

Belakangan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membentuk tim kajian UU ITE untuk mengidentifikasi pasal karet dalam aturan itu.

Tim kajian ini tertuang dalam Keputusan Menko Polhukam RI Nomor 22 tahun 2021 Tentang Tim Kajian UU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diteken Mahfud hari ini (22/2).

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto