Netral English Netral Mandarin
05:38 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
UAS Larang Tiup Terompet dan Rayakan Tahun Baru, FH: Tapi Naik Motor Besar Ngga Haram

Selasa, 29-December-2020 10:51

UAS Larang Tiup Terompet Tahun Baru, Ferdiand sebut  Naik Motor Besar Ngga Haram
Foto : Kolase Pikiran Rakyat
UAS Larang Tiup Terompet Tahun Baru, Ferdiand sebut Naik Motor Besar Ngga Haram
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ustaz Abul Somad membuat pernyataan yang menjadi sorotan banyak warganet. Pasalnya, jelang Tahun Baru, UAS sebut bahwa tradisi tiup terompet adalah tradisi Yahudi.

Menanggapi hal itu, mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Selasa (29/12/20) meretweet cuitan nnetizen bernama Kikin...@@christien_meity yang menyatakan: "Hal ginian di permslahkan..???? Woooi somay..benerin dulu hati lo yg rusak..!!..spy lempeng..!! Dlm agama mnpun, yg diserukan tuh utk menjlnkan printah Tuhan ..bkn printah lo tau !!!"

Ferdinand pun menimpali: "Tapi naik motor besar ngga haram."



Sebelumnya dilansir Suara.com, penceramah Ustaz Abdul Somad alias UAS, pernah memberi jawaban tentang perdebatan ini pada tahun 2018 silam. Jawaban itu ia ungkapkan di kanal YouTube Dakwah Cyber dengan judul ‘Tanya Jawab Ust. Abdul Somad – Hukum Merayakan Tahun Baru’.

“Pak ustaz, bagaimana (hukum) jika kita merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api dan bakar ayam?” katanya, Minggu (20/12/2020).

UAS kemudian menjawabnya dengan tegas bahwa bagaimana pun, merayakan tahun baru masehi bukan tradisi Islam. Oleh sebab itu umat muslim disarankan untuk tidak ikut-ikutan melakukannya apalagi meniup terompet.

“Maka tiuplah terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru dalam tradisi Yahudi di perjanjian lama. Itu ditiuplah terompet dari tanduk kepala kerbau. Maka, jangan kasih anak-anak kita meniup terompet,” terang UAS.

Penceramah asal Sumatera tersebut lantas mengimbau kepada umat muslim agar mengisi malam tahun baru yang lebih islami salah satunya tabligh akbar.

Selain dilarang agama, bebernya, merayakan pergantian tahun dengan hura-hura sama sekali tak ada manfaatnya.

"Tanggal 31 Desember malam tahun baru, masjid buat tablig akbar, undang pendakwah. Jam 10, jam 11 malam, muhasabah. Jam 12 hingga jam 1 pagi. Terus, terus. Jangan sampai ada (yang merayakan tahun baru),” imbuhnya.

Dia pun berseloroh kepada kaum pemuda agar tidak ikut merayakan tahun baru dan lebih baik tidur.

“Anak-anak muda yang tidak datang muhasabah ke masjid, tidur. Abis isya, tidur. Kalau tidak bisa, minum antimo (obat pereda mual yang bisa membuat ngantuk). Jangan ikut, jangan kalian ikut merayakan (malam pergantian tahun),” lanjutnya.

“Saya pernah diundang (ceramah) oleh pejabat. (Dia bilang), ustaz datanglah ke kampung kami, (untuk) ceramah. Kenapa? Supaya anak-anak muda di sini tidak bakar-bakar ayam,” tutupnya dalam video berdurasi satu setengah menit tersebut.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto