Netral English Netral Mandarin
06:53 wib
Indonesia menempatkan dua wakilnya di final Yonex Thailand Open 2021 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1) siang. Kedua wakil berasal dari sektor ganda putri dan ganda campuran. Sebanyak enam orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, jadi daerah terdampak.
UAS Ungkap Muslim Pilih Kafir, BS: Dipikir Akal Sehat Orang Medan Mati Kali ya, Kasihan Hidupmu..

Kamis, 10-December-2020 15:01

Ustaz Abdul Somad
Foto : Pikiran Rakyat
Ustaz Abdul Somad
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan bahwa setiap muslim yang memilih atau memberi dukungan kepada orang kafir sebagai pemimpinnya tergolong kafir. Dan jika ingin amal ibadahnya kembali diterima Allah SWT, dia harus melakukan tobat nasuha.

Menanggapi pernyataan UAS, pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga membuat cuitan balasan di akun FB-nya, Kamis (10/12/20), katanya: "JUALAN SYAHWAT MAU REBUT KEKUASAAN KOK KEBENCIAN MULU KOFAR KAFIR."

"Beberapa waktu lalu seorang teman mengirim pesan UAS untuk Simalungun. Saya geleng2 kepala membaca pesan rasisnya ini. Saya kirimkan pesan pada teman itu," lanjut Birgaldo.



"Percayalah.., orang Simalungun itu sudah ribuan tahun hidup berdampingan, saling menghargai, saling menghormati, toleran dan suka damai. Terbukti racun yang disemburkan UAS di Simalungun dan Medan tidak mempan mempengaruhi masyarakat," katanya. 

"Warga tidak peduli ocehan UAS. Warga memilih pemimpin yang sesuai pilihan hati nuraninya. Dipikir UAS  ini akal sehat orang Simalungun dan Medan itu mati kali ya. Kasihan banget hidupmu...," tegas Birgaldo.

Sebelumnya dilansir Jurnas.com Biro Sumatera Utara, pernyataan UAS disampaikan via pesan Whatsapp, Jumat (04/12/2020, ketika ia ditanyakan bagaimana tanggapan dan pendapatnya terkait adanya seorang tokoh agama selaku Ketua Komisi Fatwa MUI di Simalungun yang juga ketua partai politik di Simalungun, mengusung, mendukung dan mengkampanyekan calon kepala daerah yang non muslim untuk dipilih kepada masyarakat dan jamaah muslim pada Pilkada Simalungun.

UAS kemudian memberikan rujukan 4 video ceramahnya yang telah diunggah di youtube sebagai bahan kutipan sikap dan pendapatnya terkait memilih pemimpin dalam Islam.

UAS menyatakan, dalam Islam nash tentang memilih pemimpin sangat jelas, tegas dan tidak ada tawar-menawar.

Bahkan, dalam salah satu rujukan yang UAS berikan, jikapun disatu daerah, umat muslim dihadapkan pada dua kotak pendapat. Dimana dinyatakan satu calon muslim tetapi akhlaknya sangat bejat, suka korupsi, selalu berzina dan lainnya.

Sementara satu calon lainnya non muslim tapi disebutkan orangnya baik, jujur, terpercaya dan pekerja keras, UAS menyatakan umat muslim harus keluar dari dua kotak pendapat itu.

Menurut UAS, pemimpin muslim yang koruptor, bejat maka akan merusak Islam dan keimanannya. Sementara pemimpin non muslim dalam nash Alquran dan hadist tegas dinyatakan ia pasti akan tolong menolong diantara sesamanya.

Jadi, kata UAS, memilih calon pemimpin non muslim sebaik apapun ia disebutkan tetap tidak dibenarkan dalam Islam. Sebab bisa saja baiknya, jujurnya itu hanya pencitraan.

Setelah ia terpilih tetap akan tolong menolong diantara mereka saja. Sementara seorang muslim bila ia menjalankan ajaran agamanya dengan benar, maka ia pasti baik, jujur dan amanah.

"Maka nyatakan kami akan memilih pemimpin muslim yang baik, jujur, amanah dan bisa dipercaya. Pilih pemimpin muslim sambil berdoa agar ia amanah dan bisa dipercaya," kata UAS.

Dibagian lain rujukan pernyataannya yang diberikan, UAS lebih tegas menyatakan bahwa orang yang memilih pemimpin kafir maka ia kafir. Jenazahnya jika meninggal tidak harus dishalatkan, karena keimanannya telah gugur. Jalan satu-satunya ia harus tobat dengan tobat nasuha.

Dan jika ada ustadz, mengajak umat muslim untuk memilih pemimpin yang non muslim, maka UAS menyatakan dia `Ustadz Hantu`. Karena ustadz yang demikian tak lagi dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Dan ustadz yang demikian, ajakannya tidak perlu untuk dikuti karena telah mengajak pada kesesatan.

Selain itu, UAS juga merujuk pada kitab `minfiqhit daulah` karangan Syekh Yusuf Qardhowi, yang menyebutkan saat seorang berada dalam bilik suara untuk memilih calon pemimpin, maka ia sedang bersaksi kepada Allah bahwa orang yang dipilihnya memang layak untuk memimpin.

Sehingga saat memilih harus berpikir matang-matang karena ia akan menggantungkan hidupnya pada orang yang ia pilih selama lima tahun.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat