3
Netral English Netral Mandarin
09:26 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Uji Emisi Dinas LHD Timbulkan Kerumunan

Jumat, 22-January-2021 22:50

Antrean uji emisi timbulkan kerumunan.
Foto : PR
Antrean uji emisi timbulkan kerumunan.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Uji Emisi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat menyebabkan kerumunan dan kesemrawutan lalu lintas.

Heri pengendara mobil Nissan Grand Livina dengan nomor polisi, B 1269 JV menyayangkan pelayanan uji emisi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pasalnya keterbatasan waktu kurangnya sosialisasi dan tidak memadai lokasi dalam pengecekan gas buang menyebabkan kemacetan.

"Tidak mateng ini perencanaannya, ya begini jadinya macet, kerukunan yang parah di massa pandemi Covid-19," kata Heri, Kamis (21/1/2021)

Pengendara lainnya, Dwi yang membawa mobil Avanza mengatakan harusnya dilakukan sosialisasi lebih puas dan memilih lokasi yang tepat agar tidak semeraut. Kurang matengnya perencanaan uji emisi apalagi di massa Pandemi Covid-19 sangat bahaya.

"Ini lagi Covid-19 tapi banyak banget orang. Harusnya dibagi nomor antrian dengan di bagi jamnnya. Jangan justru dibagi nomor undian terus langsung antri seperti ini yang ada ya seperti ini jadinya," ucap Dwi.

Ditempat yang sama, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri mengatakan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi sehingga menciptakan lonjakan masyarakat yang mau melakukan uji emisi. Melihat kondisi seperti Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi.

"Ini sangat tinggi sekali antusias masyarakat. Kita juga harap Dinas LH Jakarta Pusat memperpanjang tanggal uji emisi agar tidak terjadi kerumunan dan kesemrawutan seperti ini," tutupnya.

 

Reporter : Wahyu Praditya Punomo
Editor : Sulha Handayani