Netral English Netral Mandarin
18:49wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Unggah 'Kaca Mata Kuda', Geisz Chalifah Geram Soal Donasi tapi Ungkit-Ungkit Agama

Kamis, 05-Agustus-2021 12:18

Geisz Chalifah
Foto : Kempalan.com
Geisz Chalifah
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Karena geram dengan pernyataan-pernyataan sejumlah pihak yang mengaitkan donasi dengan persoalan agam, Komisaris Ancol, Geisz Chaifah mengunggah artikel berjudul “Kaca Mata Kuda” karya Dwi Putri Meilani. 

“Saya seorang Nasrani mahasiswi semester 4 di salah satu Universitas di Jkt. Selama 4 smtr sy dibiayai oleh seorg muslim.. ]Apakah beliau menanyakan agama sy saat hendak membantu? Tdk juga. Bahkan beliau tdk prnh mau tau & menyinggung ttg urusan religi sy,” kata Geisz Chalifah, Kamis 5 Agustus 2021.

"Apakah beliau menanyakan agama saya saat hendak membantu? Tidak juga. Bahkan beliau tidak pernah mau tau dan menyinggung tentang urusan religi saya. Saya yakin bukan hanya satu-satunya dari banyak orang lainnya yang mendapat bantuan beliau, imbuhnya.

Adapun artikel Kaca Mata Kuda karya Dwi Putri Meilani seperti dinukil tilik.id selengkapnya adalah sebagai berikut. 

Kaca Mata Kuda

SEDANG viral video-video yang memuji-muji sumbangan dari sebuah keluarga sebesar 2 triliin.

Banyak yang takjub dengan jumlah sumbangan tersebut lalu kemudian memperbincangkan sambil menyindir pihak lain di media sosial yang berujung menyudutkan agama.

Membuat pernyataan berdasarkan pemikiran subyektif menyebut suatu etnis tertentu melakukan perbuatan baik untuk diperbandingkan dengan orang lain sambil menyudutkan tokoh-tokoh lain dan agamanya.

Digembar gemborkan melalui akun youtube lalu disebar melalui akun medsos lainnya untuk mendongkrak popularitas, padahal kenyataannya tidak semua memiliki alasan yang seperti itu.

Ini adalah sharing dari saya tanpa bermaksud menjunjung atau mendewakan perseorangan ataupun kelompok tertentu karena ini hal fakta yang saya alami sendiri.

Saya seorang Nasrani mahasiswi semester 4 di salah satu Universitas di Jakarta Selatan. Selama 4 semester saya dibiayai oleh seorang muslim beliau adalah bapak Geisz Chalifah, apakah ini juga pencitraan? Tidak !

Apakah beliau menanyakan agama saya saat hendak membantu? Tidak juga. Bahkan beliau tidak pernah mau tau dan menyinggung tentang urusan religi saya. Saya yakin bukan hanya satu-satunya dari banyak orang lainnya yang mendapat bantuan beliau.

Saya hanya ingin berbagi bahwa banyak muslim yang berhati baik dan tulus seperti bapak Geisz, tidak memandang agama, ras, suku ataupun budaya . Dan video yang digembar gemborkan dibangga-banggakan dan seakan-akan menyudutkan agama lain ternyata hanya prank.

Membantu tidak perlu diperlihatkan, tidak perlu digembar gemborkan, tidak perlu mengadu domba, yang diam yang tenang bukan berarti tidak melakukan kebaikan.

Yuk sama-sama melihat lebih luas jangan hanya memakai kacamata kuda.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli