Netral English Netral Mandarin
09:45wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Ungkap Pembenaran Selip Lidah Jokowi, Roy Suryo: Mereka Mengacak2 Wikipedia, Netizen: Kemarin Bipang Sekarang...

Rabu, 19-Mei-2021 20:12

Roy Suryo
Foto : Kolase Netralnews
Roy Suryo
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Melalui akun Twitternya, KRMT Roy Suryo @KRMTRoySuryo2 menyindir keras terhadap kejadian “selip lidah” Presiden Joko Widodo saat menyebut Padang menjadi “Provinsi Padang.”

"Ternyata Para BuzzerRp sudah gercep mau bikin "pembenaran" soal kata #PropinsiPadang yg diucapkan (salah) oleh Presiden JokoWi sebelumnya," kata Roy Suruo, Rabu 19 Mei 2021.

"Lihat saja "kelakuan" mereka mengacak2 Wikipedia, kalau begini Rusaklah Pelajaran Geografi Indonesia Ayo ditindak  @CCICPolri @DivHumas_Polri," Imbuh Roy Suryo sambil menunjukkan tangkapan layar wikipedia.

Roy Suryo sebelumnya juga tajam menyoroti selip lidah Jokowi.

“Sudah, sudah ... Viral (banget) gara2 Presiden JokoWi salah sebut #PropinsiPadang Ka ta Uzt Yusuf Mansur semalam di Acara Catatan Demokrasi TVone: Manusia itu tdk sempurna, sering bisa salah. Kalau salah & sudah minta maaf, ya kita sebagai Ummat beriman Maafkan saja ...  AMBYAR,” kata Roy Suryo.

Banyak netizen menanggapi pernyataannya, berikut di antaranya.

@Ekstrem09: “Kebenaran klo direvisi, pasti revisinya salah.”

@Ery_a2001: “Bukanny yg salah d benerin..malah yg sudah bener d bikin salah ...bego kok dpelihara terus sihh.”

@J4ck_Pipp0: “Efek tak bawa text jadi Amburadul. Kmaren bipang skrng Prov. Padang. Dosa apa Rakyat Endonesa.”

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat salah menyebut Padang menjadi Provinsi Padang. Ucapan Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut terdapat dalam video di Channel YouTube Sekretariat Presiden pada menit ke 15.50.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau proses Jalan Tol Trans Sumatera, Ruas Pekanbaru–Padang, Seksi Pekanbaru–Bangkinang, Kota Pekanbaru.

Dalam video tersebut Jokowi menyampaikan harapan dengan semakin terhubungnya banyak wilayah di Pulau Sumatera akan muncul kecepatan dari mobilitas orang dan barang yang tentunya akan meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain. Khususnya kata Jokowi Riau dan Padang.

"Kita harapkan mobilitas barang, mobilitas orang bisa dipercepat dan kita memiliki daya saing yang tinggi terhadap negara-negara lain dan produk-produk yang ada Baik di Provinsi Riau dan di Provinsi Padang nantinya akan memiliki daya saing yang baik terutama dalam rangka bersaing dengan produk-produk dari negara-negara lain," kata Jokowi, Rabu (19/5).

Yang dimaksud oleh Jokowi adalah Padang ibu kota Provinsi Sumatera Barat. Diketahui Kota Padang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat yang terletak di pantai barat pulau Sumatera. Kemudian Kota Padang terdiri dari 11 Kecamatan.

Geografis wilayah Kota Padang yaitu 51,01?rupa hutan lindung, 7,35% terdiri dari bangunan dan perkarangan, dan sisanya adalah lahan pertanian serta pemukiman. Kota Padang juga memiliki 19 pulau besar dan kecil. 

Ketinggian wilayah Kota Padang cukup bervariasai antara 0 – 1853 m dpl. Dilalui oleh 5 sungai besar dan 16 sungai kecil. Kondisi ini semakin didukung oleh curah hujan rata-rata 296,00 mm/bulan (2015) serta suhu yang cukup rendah setiap tahunnya. Kelembaban suhu di Kota Padang berkisar antara 81 – 88 persen.

Terpisah, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, yang dimaksudkan Jokowi adalah Provinsi Sumatera Barat karena jalan tol tersebut berada di Kota Pekanbaru tembus ke Kota Padang.

"Maksud provinsi Sumbar, kota padang. Kan jalan tol dari Pekanbaru sampai Padang," jelas Heru kepada wartawan, Rabu (19/5).

Dia memastikan tidak ada maksud tertentu dari pernyataan Jokowi yang menyebut Provinsi Padang. Heru mengakui bahwa Jokowi salah pengucapan.

"Enggak ada (maksud tertentu). Iya (salah pengucapan)," ucap Heru seperti dinukil Merdeka.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati