Netral English Netral Mandarin
21:36wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Ungkap Penolak Vaksin Berbayar, DS: Orangnya Sama yang Nolak Jokowi Bikin Tol, Kondom Gerigi

Selasa, 13-Juli-2021 12:11

Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Panjang lebar Denny Siregar mengungkap bahwa pihak yang menolak vaksin berbayar sebenarnya orangnya itu-itu saja. 

Mereka juga yang sebelumnya menolak pembangunan tol. 

"Yang nolak vaksin berbayar orangnya ya itu2 aja sama dengan yang nolak Jokowi bikin jalan tol.. "Untuk apa jalan tol ? Rakyat gak makan aspal !" Tapi ketika semua jadi, mereka juga yg duluan menikmati. Sambil tetap aja nyumpah2i... Kondom gerigi," kata Denny Siregar, Selasa 13 Juli 2021.

Denny kemudian menjelaskan bahwa rakyat tinggal milih tertib PPKM dan vaksin yang gratis atau berbayar.

“Lu tinggal pilih, mau PPKM darurat terus krn masyarakatnya bandel.. atau sukseskan program vaksinasi, mau bayar atau gratis, dgn target herd immunity tercapai? Gua pilih vaksin. Capek liat banyak org hancur ekonominya. Kalau ga herd immunity, kita bisa chaos. Banyak org lapar,” kata Denny.

Yang diinginkan  menurut Denny adalah agar herd immunity tercapai.

“Ibarat jalan raya, silahkan mau jalan biasa tapi kumpul sama truk, bus, dan kemacetan. Itu vaksin gratis.. Atau mau naik tol, mobilitas lancar, cepat sampe tujuan. Itu vaksin berbayar. Apapun pilihannya, silahkan. Yg penting herd immunity tercapai. Kita udah cape ga kerja2,” imbuhnya.

“Gua yakin, perusahaan2 gak keberatan ada vaksin berbayar. Mereka butuh itu, spy pekerjanya bisa segera divaksin dan bisa mulai kerja lagi tanpa diganggu PPKM darurat. Perusahaan2 itu gak penting bayar atau gak, yang penting mereka bisa kerja atau ngga ? Mereka uda kecekek..,” kata Denny.

Soal vaksin berbayar, menurut Denny juga diberlakukan di negara lain, bukan hanya di Indonesia.

“Vaksin berbayar itu gak aneh, di Singapura dan Taiwan juga ada. Gunanya utk percepat vaksinasi supaya target herd immunity tercapai.. Disini aja yang digoreng2 pake minyak jelantah seolah2 tdk pro rakyat. Yang gratis tetap ada, yang mau bayar silahkan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Indonesia memberikan lampu hijau bagi Kimia Farma untuk menyediakan vaksin COVID-19 berbayar. Total harganya relatif mahal, yakni Rp 879 ribu.

Vaksin berbayar di Indonesia berasal dari program Vaksin Gotong Royong. Klinik milik Kimia Farma rencananya akan menyalurkan vaksin tersebut, namun ditunda setelah muncul protes keras, termasuk dari ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri.

"Tujuannya pelaksanaan vaksinasi semakin cepat. Masyarakat semakin banyak pilihan," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Sebelum Indonesia, ada India dan Singapura yang mengizinkan vaksin COVID-19 berbayar. Bedanya, vaksin berbayar itu dilakukan swasta, bukan dijual perusahaan negara seperti Kimia Farma.

Selain dua negara itu, ada juga wilayah Taiwan yang menyediakan vaksin berbayar khusus warga yang ingin keluar negeri. Program ini disuspens pada Mei lalu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto