3
Netral English Netral Mandarin
01:52 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Ungkit Kasus Lama Novel Baswedan, Muannas: Dia Tak Tersentuh Hukum

Sabtu, 13-Februari-2021 07:55

Muannas Alaidid.
Foto : PSI
Muannas Alaidid.
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama penyidik senior KPK, Novel Baswedan, ramai diperbincangkan di media sosial beberapa hari terakhir gara-gara komentar dia soal meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rutan Mabes Polri pada Senin (8/2/2021).

Novel melalui akun Twitternya, mengkritik aparat yang menahan Maaher padahal tersangka kasus ujaran kebencian itu sedang sakit. Ia pun mengingatkan aparat agar jangan keterlaluan.

"Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Ustaz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah," tulis Novel Baswedan, Selasa (9/2/2021).

Karena cuitan itu, Novel Baswedan  dilaporkan ke Bareskrim oleh DPP Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) pada Kamis (11/2/2021) lalu atas dugaan ujaran provokasi dan hoaks di media sosial.

Dalam laporannya, DPP PPMK mengatakan, Novel melanggar Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain dipolisikan, Novel Baswedan juga mendapat sindiran dan kritik pedas dari sejumlah pihak di media sosial, salah satunya datang dari Direktur Utama Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Muannas menilai, cuitan Novel soal 'aparat jangan keterlaluan' berbanding terbalik dengan perbuatannya terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 silam, namun hingga kini Novel tidak tersentuh hukum.

Dalam kasus tersebut, Novel yang saat itu menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu diduga melakukan penyiksaan dan penembakan terhadap pelaku pencuri sarang burung walet hingga mengakibatkan kematian maupun cacat permanen.

"Aparat jangan keterlaluan' protes orang yang memperlakukan manusia jauh lebih biadab, diinjak, ditembak sampai disetrum kemaluan korbannya dan dia tak tersentuh hukum," tulis Muannas di akun Twitternya, Jumat (12/2/2021).

"Kadang tuduhan tanpa bukti dibela pakai kritik, hari ini bukan mahalnya kebebasan berpendapat tapi mahalnya keadilan bagi rakyat kecil," tegas Muannas.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani