Netral English Netral Mandarin
23:52wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Ungkit Luhut, Andi Arief Sebut Solusi Rakyat Hilang Percaya atas Penanganan Covid adalah Bebaskan HRS

Jumat, 18-Juni-2021 11:47

Andi Arief dan Habib Rizieq Shihab
Foto : Kolase Indozone
Andi Arief dan Habib Rizieq Shihab
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Demokrat Andi Arief mengungkit pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan dengan menyebut bahwa pemimpin tak beri contoh sehingga rakyat kehilangan kepercayaan dalam penanganan Covid-19.

Bahkan ia mengusulkan agar bebaskan Habib Rizieq Shihab untuk pulihkan kepercayaan. 

“Rakyat sebagian besar hilang percaya atas penanganan covid. Akibat pemimpin tak beri contoh dan penindakan yg pilih-pilih. Pak Luhut Bilang Pemimpin/pejabat tak menjadi tauladan. Soal penindakan pilih-pilih, coba munculkan trust rakyat dengan bebaskan HRS,” kata Andi Arief, Jumat 18 Juni 2021.

“Siapa tahu itu way out,” imbuhnya.

Andi Arief juga mengungkit soal vaksinasi.

“Janji vaksinasi cepat tapi gagal, penyebab situasi mencekam teror covid. Sebetulnya vaksinnya ada atau tidak, kalau tidak ada atau cuma sedikit dapatnya, JUJUR,” tanda Andi Arief.

Sementara sebelumnya diberitakan, kasus COVID-19 di dalam negeri belakangan ini melonjak. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan angkat bicara mengenai hal ini. Menurut dia, lonjakan kasus ini bukan hanya kesalahan satu pihak, melainkan semua pihak termasuk pemimpin.

Karena itu, Luhut menilai pemerintah dan masyarakat harus sama-sama mawas diri dalam menyikapi peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi usai libur Lebaran 2021.

Menurut Luhut, pemerintah telah memberikan imbauan untuk tidak mudik, namun masih banyak yang memaksakan untuk mudik. Padahal, kata Luhut, pemerintah telah meminta untuk stay at home untuk menghindari lonjakan kasus.

"Ini kesalahan kita ramai ramai, pemerintah sudah minta kita supaya stay at home, tidak mudik, kemarin kita ramai ramai dan inilah sekarang buahnya. Jadi semua kita harus melakukan perenungan," tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 15 Juni.

Pejabat tak beri contoh baik

Terlebih, kata Luhut, peningkatan kasus COVID-19 juga disebabkan pemimpin tak memberi contoh baik kepada masyarakat dalam mencegah penularan virus. Namun sayangnya, ia tak menjelaskan siapa pemimpin yang ia maksud.

"Kalau kita sebagai pemimpin tidak berikan contoh ini dampaknya seperti sekarang, banyak korban langsung atau tidak langsung akibat ulah kita sendiri," ucapnya.

Di samping itu, Luhut juga meminta masyarakat turut prihatin atas meledaknya angka positif COVID-19. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk waspada atas varian baru COVID-19 dari India yang telah masuk ke Indonesia dan diperkirakan lebih ganas.

"Menaiknya eksponensial (kasus aktif) dengan masuknya varian India ini," tuturnya.

Sekadar informasi, angka COVID-19 usai libur panjang lebaran terus naik. Dalam wkatu 24 dari Senin hingga Selasa 15, Juni, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat 8.189 kasus harian terkonfirmasi positif. Sehingga, akumulasi kasus positif di Tanah Air bertambah menjadi 1.919.547 kasus.

Adapun provinsi dengan penambahan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta dengan 2.722 kasus. Sementara total kasusnya mencapai 450.793. Kemudian, Jawa Barat dengan 1.532 kasus baru dan kasus kumulatifnya 330.472. Lalu, Jawa Tengah dengan 1.400 penambahan kasus baru dan total kasusnya tercatat 217.084.

Kenaikan kasus itu membuat kapasitas rumah sakit semakin berkurang. Data Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya 17 kabupaten/kota dengan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi dan perawatan intensif untuk pasien COVID-19 di angka 80 persen sampai 100 persen.

Sementara, BOR perawatan intensif di atas 80 persen. Sedangkan 21 kabupaten/kota dengan BOR isolasi di atas 80 persen.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P