Netral English Netral Mandarin
03:22wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Update Bencana NTT, Lebih dari 12 Ribu Warga Masih Mengungsi

Kamis, 15-April-2021 11:00

Pasca banjir di NTT
Foto : Istimewa
Pasca banjir di NTT
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lebih dari 12.000 ribu warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengungsi akibat dampak bencana siklon tropis Seroja.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (14/4/2021), pukul 20.00 WIB, mencatat sebanyak 12.334 penyintas bencana yang tersebar di sejumlah titik pengungsian di NTT.

Dari data tersebut, jumlah pengungsi terbanyak di Kabupaten Rote Ndao yakni sebanyak 5.556 warga. Kemudian Flores Timur 2.118, Kupang 1.698, Lembata 1.146, Timur Tengah Selatan 690, Belu 644, Sumba Timur 510, Kota Kupang 265, Sabu Raijua 59 dan Ende 20 warga. 

"Beberapa wilayah kabupaten yang terdampak tetapi tidak teridentifikasi adanya pengungsian berada di Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Sementara itu, total dampak di Provinsi NTT mencatat korban meninggal dunia 181 orang dan hilang 47, sedangkan warga terdampak mencapai 122.232 KK (428.986 orang). Saat peristiwa terjadi, total korban luka mencapai 258 orang. 

"Di samping korban jiwa, bencana yang dipicu siklon tropis Seroja mengkibatkan lebih dari 66.000 rumah rusak dengan tingkat ringan hingga berat. BNPB mencatat total rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 dan rusak ringan 35.733," ujar Raditya.

Merespons kondisi yang masih darurat, pemerintah daerah dan berbagai pihak masih melakukan upaya penanganan darurat, seperti pelayanan medis warga, penyelenggaraan dapur umum, pendistribusian logistik, pembersihan lingkungan maupun pembukaan daerah terisolir. 

Berdasarkan laporan dari pos komando (posko) utama, jaringan komunikasi sudah kembali normal. PLN mengoptimalkan perbaikan jaringan listrik di seluruh wilayah NTT. Dalam proses perbaikan, pihaknya melakukan pemadaman secara bergiliran untuk memperbaiki jaringan yang saling terhubung di beberapa wilayah. Jaringan listrik di Sebagian Kabupaten Flores Timur telah kembali normal, sedangkan jaringa listrik dan telepon di Kabupaten Ngada masih belum optimal.

"Selama proses penanganan darurat di wilayah NTT, BNPB terus melakukan koordinasi dan pemantauan. Selain itu, BNPB masih melakukan pendampingan posko di beberapa wilayah terdampak," pungkas Raditya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli