Netral English Netral Mandarin
00:32wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan keputusan pemerintah untuk menggelontorkan dana triliunan rupiah ke perusahaan-perusahaan produsen minyak goreng dinilai sudah sangat tepat. Komisi Pemberantasan Korupsi mengembangkan kasus korupsi proyek infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan 2011-2016.
Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 15 Orang Meninggal, 27 Masih Hilang

Senin, 06-December-2021 14:02

Material vulkanik gunung semeru
Foto : BNPB
Material vulkanik gunung semeru
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten bandung Lumajang, Jawa Timur, bertambah menjadi 15 orang. Demikian informasi terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru melaporkan korban meninggal dunia 15 orang, jumlah korban jiwa tersebut berdasarkan data per hari ini, Senin (6/12/2021), pukul 11.10 WIB," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.

"Dari jumlah mereka yang meninggal dunia, sebanyak 8 jiwa teridentifikasi di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 7 lainnya di Kecamatan Candipuro," ujarnya.

Posko, sebut Muhari, juga melaporkan bahwa jumlah warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 27 orang. Menurutnya, pengecekan dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan status korban tersebut.

"Hingga hari ketiga, posko tetap melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kemungkinan warga yang menjadi korban awan panas guguran Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, yang meletus pada Sabtu (4/12)," terangnya.

Muhari menambahkan, warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru sebanyak 5.205 jiwa. "Posko masih memutakhirkan data warga terdampak," tuturnya.

Sementara itu, warga yang mengungsi berjumlah 1.707 jiwa yang tersebar di 19 titik. Posko menginformasikan sebaran penyintas sebagai berikut, Kecamatan Pronojiwo terdapat 9 titik pos pengungsian.

Pos pengungsian berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid Dusun Supiturang, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun, Kampung Renteng (Desa Oro Ombo), Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2 serta beberapa rumah kerabat di sekitar Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus di Desa Oro Oro Ombo. 

Sebaran pos pengungsian di Kecamatan Candiro berada di 6 titik pos pengungsian, antara lain  Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng (Desa Sumberwuluh), Dusun Kajarkuning (Desa Sumberwuluh), Kantor Camat Candipuro. 

Kemudian sebaran pos pengungsi di Kecamatan Pasirian sebanyak 4 titik yaitu Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Alon Pasirian.

Muhari melanjutkan, selain berdampak pada korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru juga merusak sektor pemukiman dan infrastrukur di beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang.

"Data sementara menyebutkan rumah terdampak berjumlah 2.970 unit, fasilitas pendidikan terdampak langsung 38 unit, jembatan putus 1 unit (Gladak Perak yang berada di Desa Curah Kobokan, penghubung antara Lumajang dan Malang)," tutupnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi