Netral English Netral Mandarin
02:10wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Usai Dicokok, Sakit Waloni Memilukan, Netizen: Inikah yang Namanya Azab?

Minggu, 29-Agustus-2021 10:12

Yahya Waloni saat ditangkap aparat kepolisian
Foto : Berita Heboh
Yahya Waloni saat ditangkap aparat kepolisian
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kondisi sakit karena alami pembengkakkan jantung yang dialami Yahya Waloni usai ditangkap aparat kepolisian membuat hati pilu warganet.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Minggu 29 Agustus 2021, sejumlah netizen malah mengaitkan dengan azab dan karma.

MLT: “Ya Allah kasihan.”

Ary: “Semoga segera sembuh ..jalanilah ap yang kau yakini sebaik mungkin bagimu sndiri sesama dan Tuhan ...hentikan caci maki dan penghinaanmu..”

Hadi Jimo: “Semoga cepat sehat biar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.”

Chi Bunkz: “Pas banget yeah, sakitnya kambuh pas diciduk polisi...kmaren2 dakwah msh gagah.”

Mutiara Sari Pardosi: “Piluuu, hatiku piluu karenaaa kau tak kembali.”

Riady: Mungkin ini yg namanya azab? Azab pendakwah yg bermulut sadis."

Untuk diketahui, Tak lama usai ditangkap, Yahya dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/8). Kondisinya melemah saat berada di tahanan Bareskrim Polri.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Yahya Waloni mengalami pembengkakan jantung.

“Pembengkakan jantung,” kata Ahmad kepada kumparan, Jumat (27/8).

Ahmad menyebut, Yahya Waloni saat ini menjalani perawatan intensif. Kondisinya sempat melemah usai ditahan di Rutan Bareskrim.

Penghinaan Waloni

Mengenai penghinaan yang dilakukan Waloni, di dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Yahya Waloni sempat menyebut Bibel palsu. Bahkan, ia menyebut isinya adalah dongeng.

Ceramah itu mengantarkan Yahya ke jeratan hukum aparat kepolisian. Yahya ditangkap di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis (26/8), oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Diduga penangkapan tersebut atas laporan dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Selasa (27/8/2019).

Dalam laporan dengan nomor surat STTLP/589.a/VIII/2019/SPKT, GAMKI mempersoalkan video viral Yahya Waloni di YouTube yang dinilai sudah meresahkan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Sulawesi Utara. Ceramah tersebut tentang Bibel yang ia sebut palsu.

Setelah ditangkap, polisi mengumumkan bahwa Yahya dijerat tersangka dengan Pasal 28 Ayat 2 dan Junto Pasal 45 tentang UU ITE, dan Pasal 156 huruf A tentang Penodaan Agama. Ancaman hukumannya yakni 6 tahun penjara.

Yahya Waloni dulunya adalah seorang pendeta dan masuk Islam pada tahun 2006 setelah mendalami Al-Quran selama 8 tahun.

Selain menyebut Bibel palsu, ternyata dalam ceramahnya Yahya juga sempat menyinggung sejumlah pihak.

Salah satunya ia pernah menyinggung gelar Tuan Guru Bajang (TGB) yang disandang tokoh asal Lombok, Zainul Majdi pada 2018. Yahya mempelesetkan gelar tersebut sebagai Tuan Guru Bajingan.

Akibat ucapannya tersebut, ia dilaporkan oleh LBH Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatun Wathon (Himma NW) Jakarta ke Bareskrim Polri.

Pelesetan gelar tersebut membuat masyarakat Lombok resah. Hal itu karena gelar itu merupakan gelar terhormat di daerah Lombok, yang berarti tokoh agama yang menjadi panutan masyarakat.

Tak hanya itu, pria kelahiran Manado pada 30 November 1970 tersebut juga melontarkan ucapan tak pantas pada Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dalam ceramahnya yang sama pada 2018 lalu, ia menyebut cawapres Ma'ruf Amin 'sudah uzur dan akan mati'.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati