Netral English Netral Mandarin
12:26wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Usai Lebaran, Menkeu Sebut Ekonomi Bakal Meroket, Christ: Bosnya Menghayal Meroket 7 Persen, Anak Buah Menghayal 8, 3 Persen

Selasa, 25-Mei-2021 19:24

Ketua DPR Puan Maharani (kiri) berjalan menuju meja pimpinan sidang saat Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) menyampaikan tanggapan pemerintah pada rapat paripurna DPR ke-18 masa persidangan V tahun
Foto : Antara Foto
Ketua DPR Puan Maharani (kiri) berjalan menuju meja pimpinan sidang saat Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) menyampaikan tanggapan pemerintah pada rapat paripurna DPR ke-18 masa persidangan V tahun
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menkeu Sri Mulyani memperkirakan kondisi ekonomi Indonesia bakal meroket  akibat tingkat konsumsi rakyat Indonesia saat Puasa dan Lebaran lalu. 

Namun, di mata Christ Wamea, apa yang disampaikan Sri Mulyani hanyalah khayalan belaka. Bahkan ia juga menyindir Presiden Joko Widodo. 

“Bosnya menghayal meroket 7%. Anak buah menghayal siap meroket 8, 3%,” cuit nyinyir Christ Wamea, 25 Mei 2021.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini akan mencapai kisaran 7,1% hingga 8,3%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021. Salah satunya, peningkatan konsumsi masyarakat yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri.

“Sumbangannya konsumsi masyarakat masih akan meningkat terutama karena momentum bulan puasa dan lebaran,” ujar dia saat konferensi pers secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Menurut dia pemulihan lainnya juga terjadi pada konsumsi listrik industri dan bisnis yang tumbuh 15,9?n 20,3% (year on year/yoy) pada April 2021. Selanjutnya, konsumsi semen April tumbuh 8,6% (yoy). 

"Untuk sandang, kemarin menjelang lebaran agak terjadi peningkatan yang cukup signifikan, rekreasi masih flat, dan perlengkapan rumah tangga menunjukan tren pembaikan, meskipun levelnya masih jauh di bawah sebelum terjadinya covid," jelasnya.

Dilansir Sindonews, Sri Mulani juga menambahkan bahwa aktivitas ekonomi pada Kuartal II 2021 diyakini akan terus meningkat didorong oleh technical rebound dan pemulihan aktivitas ekonomi yang semakin solid. 

Dengan kondisi demikian, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mencapai 4,5 sampai dengan 5,3% (yoy). 

"APBN terus bekerja keras untuk melanjutkan momentum perbaikan ini, ditunjukkan dengan peningkatan penerimaan negara dan pertumbuhan belanja negara, serta kondisi kas yang lebih optimal," tandas dia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli