Netral English Netral Mandarin
23:46wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Usai Muh Kece, Novel Sebut Abu Janda-Armando Jadi Sasaran Eksekusi Berikutnya, Ade: Pengecut!

Selasa, 21-September-2021 07:15

Novel Bamukmin dan Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Novel Bamukmin dan Ade Armando
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Novel Bamukmin mengingatkan bahwa usai Muhammad Kece, Ade Armando hingga Abu Janda bakan menjadi sasaran eksekusi umat Islam. 

Ade Armando tan tinggal diam. Ia mengecam pernyataan Novel.

“Si pengecut Novel Bamukmin dari geng kadrun 212 mengingatkan bahwa Ade Armando mungkin akan menjadi sasaran eksekusi berikutnya oleh umat Islam,” kata Ade Armando, Selasa 21 September 2021. 

“Katanya, setelah Muhamad Kece dieksekusi, target berikutnya mungkin Ade Armando dan Abu Janda. Pengecut kok gitu2 amat...," imbuhnya.

Untuk diketahui, usai penganiayaan Muhammad Kece oleh Irjen Pol Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim, Novel Bamukmin mendesak polisi secepatnya memproses para penista agama Islam lainnya.

Ia lantas menyebut nama Sukmawati Soekarnoputri, Abu Janda, Gus Muwafiq dan Ade Armando.

Menurut Novel, bila kasus penista agama yang dilakukan yang mereka lakukan tidak segera diproses, dikhawatirkan umat Islam akan mengeksekusi mereka di jalanan.

“Sukmawati, Abu Janda, Muwafiq, Ade Armando bisa saja dieksekusi di jalanan oleh massa. Di sel saja bisa lolos penganiayaan, apalagi di jalanan,” ucap Novel dinukil  PojokSatu.id, Senin (20/9/2021).

Novel menyebut, kemarahan umat Islam itu bisa cepat meluas bila para penegak hukum tak sigap memproses kasus penista agama lainnya.

Karena itu, Novel mewanti-wanti kepolisian agar segera memproses para penista agama lainnya.

Hal itu untuk mengantisipas terjadinya penghakiman jalanan.

“Hal ini bisa saja akan meluas dilakukan penghakiman jalanan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang lain yang tidak diproses secara hukum dengan adil,” tegas Novel.

Sebab, Irjen Napoleon pasti memiliki alasan kuat atas penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah“Harus dilakukan dengan adil, karena pasti ada sebab akibat (yang dilakukan Irjen Napoleon),” kata dia.

Sementara, apa yang menimpa Muhammad Kece itu dinilai Novel masih kurang setimpal dengan ulahnya yang telah menyakiti umat Islam.

“Si Kece memang pantas mendapat ganjaran yang sangat berat, baik dalam masyarakat maupun dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia,” kata Novel.

Namun, Novel juga menyatakan bahwa apa yang dialami Muhammad Kece itu masih cukup ringan.

Pasalnya dalam hukum Islam, penista agama harusnya mendapat hukuman mati.

“Dalam hukum Islam untuk penista agama tidak ada tebusannya kecuali hukuman mati,” tegasnya

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati