Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:20wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Usai Pecat 7 Kader Muncul Upaya #DemokratMakinSolid Jadi Trending, DS: Publik ya Ga Goblok, Buang2 Duit aja

Sabtu, 27-Februari-2021 17:15

Denny Siregar
Foto : Istimewa
Denny Siregar
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai keputusan memecat 7 kadernya, beredar tagar "DemokratMakin Solid. Denny Siregar pun memberuikan tanggapan menohok.

Mulanya ia mencuit: "Ini baru contoh buzzeRp.." sambil mengunggah sejumlah pernyataan akun yang diduga menurutnya sebagai akun palsu untuk mendongkrak tagar tersebut menjadi trending.

"Sampe skrg gua gak paham dgn trending2an itu.. Trending ga akan bisa pengaruhi publik. Gua dari dulu ditrendingin supaya diburu anak STM lah, dipenjara lah, tetap aja gak apa2.. Publik ya ga goblok. Mereka udah tau, trending dan tagar itu bot semua.. Palsu ! Buang2 duit aja," sentul Denny.

Sebelumnya diberitakan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut tujuh kader partai berlambang mercy dipecat secara tidak hormat atas keterlibatan dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

Keputusan pemecatan setelah digelarnya rapat Dewan Kehormatan Demokrat. Tujuh kader yang dipecat itu yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Marzuki Alie, dan Ahmad Yahya.

Dalam putusannya, Dewan Kehormatan Demokrat menganggap enam kader selain Marzuki Alie, terbukti melakukan penghasutan kepada para pengurus DPD dan DPC untuk menggelar kongres luar biasa (KLB) secara ilegal.

Enam kader yang dipecat, seperti putusan dewan kehormatan, beranggapan kepengurusan Demokrat hasil Kongres V pada 2020 gagal membawa partai ke arah lebih baik.

"Tindakan pengkhianatan terhadap partai dan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, jelas merongrong kedaulatan, kehormatan, integritas, dan eksistensi Partai Demokrat," ujar Herzaky dalam keterangan resminya kepada awak media, Jumat (26/2).

Lebih lanjut, kata Herzaky, perbuatan enam kader yang dipecat bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, Pakta Integritas, dan Kode Etik Partai Demokrat.    

"Perbuatan dan tingkah laku buruk Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya merupakan fakta yang terang benderang dan oleh karena itu menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya, atau diperiksa secara khusus, sesuai ketentuan Pasal 18 Ayat 4 Kode Etik Partai Demokrat," ujar dia.

Di sisi lain, kata Herzaky, Marzuki Alie dipecat atas keterlibatan melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat, sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat.

Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya di media massa yang menyebar kebencian ke Demokrat.

"Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya yakni menyatakan secara terbuka di media massa dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat, terkait organisasi, kepemimpinan, dan kepengurusan yang sah," ujar dia.

Sebelumnya Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut GPK PD berlangsung secara sembunyi-sembunyi. Gerakan itu melibatkan kader dan eks kader Demokrat untuk mengganti Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto