Netral English Netral Mandarin
09:19wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
Usai Politikus PKS Minta Maaf ke Puan, Fahri Sebut Oposisi Memble, Buat Apa Kami Memilih Kalian?

Selasa, 09-November-2021 16:55

Fahri Hamzah
Foto : Bisnis.com
Fahri Hamzah
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Partai  Gelora, Fahri Hamzah menyindir pihak oposisi dengan menulis tagar “oposisi memble”. Hal ini disampaikan usai seorang politikus PKS menyampaikan permintaan maaf kepada Puan Maharani.

Fahri kemudian menulis sejumlah pendapatnya melalui akun Twitternya.

“Rakyat kan pengennya nonton kalian..rakyat membayangkan sebuah pertarungan yang asik, seperti burung kecil melawan ayam besar itu.. kok malah kalian diem aja…?  #OposisiMatiGaya,” kata Hari Hamzah.

“Hei Anggota dewan, Belajarlah oposisi dari burung…karena kecil kalian  bisa terbang.. akal adalah sayap2 kalian… kepakkanlah.. sambil bersiul bernyanyi…dan kekuasan yg besar bisa dibikin mati akal .. #OposisiMatiGaya,” lanjut Fari.

“Sudah terlalu banyak masalah yang harus diusut dan bisa menjadi skandal. Tapi kalau sedikit2 minta maaf yah bagaimana jadinya rakyat? Bisakah kami menitip nasib pada kalian? Buat apa kami memilih kalian? Itulah pertanyaan yang sekarang meragukan kerja dewan.  #OposisiMintaMaaf, #FahriHamzah2021,” tulis Fahri.

Masih kata Fahri, “Lembaga sekelas @DPR_RI itu sudah dibikinkan Mahkamah Kehormatan. Dan setahu saya cukup independent karena dipimpin oleh yg katanya oposisi. Masalahnya kalau penakut gak usah bilang kami kecil, kalah voting dll. #OposisiMemble."

Fahri kemudian membagikan video di mana ia merasa pernah ikut berjuang lantang sebagai oposisi meski partainya kecil dan mampu melawan suara partai yang besar.

“… jangan selalu menyesali jumlah yg sedikit atau kecil…kalau kalian benar, kalian banyak…kalian mayoritas..  #OposisiJanganMemble."

Usai Mengkritik, Politisi PKS Minta Maaf

Sebelumnya diberitakan, Anggota Fraksi PKS Al Muzammil Yusuf mengingatkan Ketua DPR Puan Maharani terkait hak anggota DPR untuk berbicara dalam dalam rapat paripurna. Hal itu menanggapi sikap Puan yang tidak menggubris anggota DPR Fraksi PKS Fahmi Alaydroes yang mengajukan interupsi.

Muzzammil mengutip Tata Tertib DPR RI Nomor 1 tahun 2020 Pasal 256 ayat 6. Bahwa dalam rapat paripurna, anggota DPR setiap anggota dewan diberikan waktu berbicara atau mengajukan pertanyaan paling lama lima menit dan bagi juru bicara diberikan waktu paling lama tujuh menit dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebijakan ketua rapat.

"Kami mengimbau dalam setiap Paripurna pimpinan DPR dalam memimpin rapat untuk merujuk tatib pasal 256 ini, khususnya ayat 6," ujar Muzammil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11).

Muzammil mengingatkan pimpinan DPR untuk saling menghormati tugas dan kewajiban anggota dewan yang memiliki hak menyampaikan aspirasi.

"Poin ini kami bacakan untuk kami mengingatkan kita semua termasuk pimpinan DPR untuk saling menghormati kewajiban tugas dan kewajiban pimpinan sekaligus tugas dan kewajiban anggota bahwa anggota juga punya hak untuk menyampaikan aspirasi tersebut," ujarnya.

PKS merasa pimpinan DPR tidak memberikan kesempatan anggota untuk menyampaikan aspirasi dalam rapat paripurna. Misalnya, kata Muzammil, PKS ingin menyampaikan masalah terkait KPK melalui interupsi tetapi tidak diberikan kesempatan.

"Oleh karena itu pada kesempatan kali ini itu yang kami ingin ingatkan sehingga apa yang kemudian disampaikan oleh anggota kami tadi pada waktu paripurna perkataan beliau setelah paripurna yang sekarang banyak beredar di media itu sebagai bentuk protes kami," ujar Muzammil.

Meski demikian, Muzammil mengatakan, Fahmi sudah menyampaikan permintaan kepada anggota dari Fraksi PDIP yang komplain sikap tersebut.

"Dokter Fahmi Alaydroes ketika ada komplain teman-teman PDIP tiga orang yang ke depan kami pada waktu paripurna sangat pribadi menyampaikan maaf secara pribadi ungkapan beliau teman-teman lihat rekaman di paripurnanya ungkapan itu," katanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi