Netral English Netral Mandarin
05:38wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Usai Retweet Cuitan Ketua BEM UI Soal Buzzer, Annisa Pohan: Kebenaran vs Pembenaran

Selasa, 29-Juni-2021 00:01

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan
Foto : Istimewa
Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan
32

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan, berkicau soal 'Kebenaran vs Pembenaran'.

"Membela yang benar dengan cara yang benar, bukan membela yang kita pikir benar dengan cara yang “dibenar- benarkan," tulis Annisa di akun Twitter-nya, Senin (28/6/2021).

"Kebenaran vs Pembenaran," tulis @AnnisaPohan.

Sebelum mencuit demikian, Annisame-retweet komentar politisi Partai Demokrat yang mengkritik sikap Rektorat Universitas Indonesia (UI) memanggil BEM UI karena menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'The King Of Lip Service'.

Cuitan politisi Demokrat yang di-retweet Annisa Pohan yakni Rachland Nashidik dan Hinca Panjaitan.

"Sebagai orang yang pernah sejenak belajar Hukum dan Filsafat di UI, terus terang saya berharap daya dan sikap kritis Mahasiswa jangan dicegah. Universitas bisa tak sejalan dengan pikiran kritis mahasiswa, tapi itu lumrah saja dalam iklim akademik yang demokratik," tulis Rachland Nashidik. 

"Mengapa mereka harus diminta keterangan oleh kritik yang dibuat pada Presiden?. Apakah kritik teman-teman BEM UI tidak terlalu terang? Atau justru terang sekali, sehingga menyilaukan?" cuit Hinca Panjaitan.

Selain Hinca dan Rachland, Annisa Pohan juga me-retweet cuitan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Leon Alvinda Putra yang menyindir para pendengung atau buzzer.

Adapun Leon dalam cuitannya menyebut para buzzer hanya garang di sosial media (sosmed) tapi tidak berani turun ke jalan.

"Buzzer: Berani di sosmed, gak berani turun ke jalan," tulis Leon di akun Twitter-nya, @Leon_Alvinda, Minggu (27/6/2021).

Sikap buzzer yang tak bernyali itu, lanjut Leon, berbeda dengan mahasiswa UI yang turun ke jalan untuk melakukan berbagai aksi hingga beberapa di antara mereka harus berurusan dengan aparat kepolisian.

"Mahasiswa UI turun ke jalan: hampir 30 orang diseret, dipukuli, dan dibawa ke Polda Metro Jaya pada tanggal 1 Mei," cuit @Leon_Alvinda.

"Selanjutnya tanggal 3 Mei, 1 orang mahasiswa ditangkap dan dijadikan tersangka ketika sedang jalan pulang aksi," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati