Netral English Netral Mandarin
22:05wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Usai RI Dipuji Pejabat Bank Dunia, Saran bagi AHY, DS: Belajar Dulu Dewasa Baru Pimpin Negara

Selasa, 21-September-2021 11:05

Agus Harimurti Yudhoyono
Foto : Antara
Agus Harimurti Yudhoyono
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah RI memperoleh pujian dari pejabat Bank Dunia terkait penanganan Covid-19. 

Denny Siregar justru menjadikan momen tersebut untuk memberikan saran kepada Demokrat dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

“Ga ada tepuk tangan, ga ada penghargaan, ga ada piagam. Semua berjalan lancar, tanpa harus ada pujian berlebihan,” kata Denny Siregar, Selasa 21 September 2021.

“Semoga ini jadi pelajaran buat  @AgusYudhoyono dan @PDemokrat bagaimana seharusnya negara berjalan. Belajar dulu dewasa, baru pimpin negara,” imbuhnya.

Untuk diketahui, melandainya kasus Covid-19 di Indonesia nyatanya mendapatkan pujian beberapa pihak. Salah satu yang memuji penanganan pandemi RI adalah Bank Dunia.

Dalam sebuah artikel yang berjudul "Indonesia has passed 100 million COVID-19 vaccine doses. What can we learn?", Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen menjelaskan bahwa RI telah berhasil menangani pandemi dengan dua cara yang sangat efektif.

Kahkonen menjelaskan bahwa Indonesia berhasil membangun sebuah persepsi bahwa vaksinasi yang cepat mampu memitigasi efek dari infeksi Covid-19. Hal ini membuat Indonesia mampu menyuntikkan 100 juta dosis vaksin corona hingga saat ini.

"Sementara kekurangan vaksin global telah menjadi masalah utama bagi negara-negara lain, Indonesia telah mampu mengamankan pasokan yang stabil dan secara signifikan meningkatkan program vaksinasinya," ujarnya dikutip dari blog worldbank, Senin (20/9/2021).

Poin kedua yang tertulis dalam laporan itu adalah fokus pendanaan pemerintah kepada penanganan pandemi. Utamanya terhadap sektor kesehatan,pemulihan ekonomi, dan mitigasi dampak sosial.

"Komitmen senilai US$ 50 miliar ini telah diperoleh dari anggaran pemerintah melalui prioritas ulang, dan juga dengan memobilisasi sumber daya eksternal," tegasnya.

Lebih lanjut, Kahkonen menjelaskan bahwa Bank Dunia akan terus membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia dengan meningkatkan bantuan sosial dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.

"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing!" serunya lagi dinukil CNBC Indonesia.

Dalam satu minggu terakhir, tren kasus aktif corona di Indonesia juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berikut perkembangan data Covid-19 dalam satu minggu terakhir:

* 19 September: 60.969

* 18 September: 65.066

* 17 September: 68.942

* 16 September: 73.238

* 15 September: 84.963

* 14 September: 92.328

* 13 September: 99.696

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P