3
Netral English Netral Mandarin
21:04 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Ustaz Maheer Disiksa? DS: Goreng Penyiksaan Segala, Sibuk Konspirasi, Bilang aja Elu Benci...

Selasa, 09-Februari-2021 17:13

Ustaz Maheer Meninggal, Denny sebut Goreng2 Penyiksaan Segala, Sibuk Konspirasi, Bilang aja Elu Benci...
Foto : Suara.com
Ustaz Maheer Meninggal, Denny sebut Goreng2 Penyiksaan Segala, Sibuk Konspirasi, Bilang aja Elu Benci...
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebelum wafat, Ustaz Maheer alias Soni Eranata dilarikan ke rumah sakit RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur,  usai mengalami mual-mual dan sakit lambung di sel tahanan. Jadi, kabar sas-sus ada penyiksaan disanggah pihak aparat.

Menanggapi hal itu, pegiat media sosial Denny Siregar mengingatkan publik agar tidak menggoreng ke arah yalang lain.

"Tuh sudah jelas apa penyakit almarhum. Jadi ga usah goreng2 ke arah penyiksaan segala. Yang disiksa itu pikiran kotor elu, sibuk dgn teori konspirasi. Bilang aja elu emang benci ke polisi.." Kata Denny, Selasa (9/2/21).

Kondisi Maheer sebelum meninggal sempat diberitakan Suara.com. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur,  usai mengalami mual-mual dan sakit lambung di sel tahanan.

Tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap ulama Nahdlatul Ulama (NU) Habib Lutfhi bin Yahya ini disebutkan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabar sakitnya Ustaz Maheer dibenarkan oleh Karo Penmaas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

"Yang bersangkutan sedang sakit, dan dirawat di RS Polri Kramat Jati," katanya.

Sementara, kuasa hukum Maaher, Djudju Purwantoro mengungkapkan bahwa kliennya telah dirawat di RS Polri Kramat Jati sejak Rabu (20/1) siang. Maaher disebut menderita sakit lambung.

"Luka di lambung dalam dan mual-mual," ungkap Djudju.

Sebelumnya, pegiat media sosial Denny Siregar mencuitkan kabar terkait sakitnya Ustaz Maaher. Lewat akun Twitter @Dennysiregar7 tampak mengunggah foto Maaher yang sedang menangis.

Dia mengaku terenyuh saat mengetahui kabar Maaher sedang sakit keras.

"Dengar-dengar Maaher lagi sakit keras. Entah kenapa sesudah nonton video dia nangis, gua terenyuh juga. Ternyata hatinya Rinto." kicau Denny seperti dikutip Suara.com, Jumat (22/1/2021).

Hina Habib Luthfi

Maaher sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka lantaran dituding telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi. Dia dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Kasus ini berawal ketika Maaher melalui akun Twitter miliknya @ustadzmaaher_, mengunggah foto Habib Luthfi dalam balutan sorban berwarna putih. Maaher kemudian menyebut ulama kharismatik NU itu cantik.

Dia berdalih jika foto Habib Luthfi tersebut ia unggah untuk mengomentari seorang warganet bernama @gunduladul.

"Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya Banser ini ya," ujar Maaher seraya mengunggah foto Habib Luthfi yang mengenakan sorban.

Saat ditelusuri, cuitan tersebut telah dihapus oleh Maaher. Cuitan tersebut diduga telah dibuat lama, sekitar Agustus lalu.

Kendati begitu, foto dan kicauan Maaher itu kembali viral. Hingga akhirnya dia dilaporkan ke polisi dan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penghinaan.

Pada Senin (28/12), Iqlima Ayu, istri Maaher sempat menyambangi Bareskrim Polri. Dia datang untuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap suaminya.

Ayu pun berharap Maaher dapat dibebaskan. Dia bahkan memboyong sembilan kiai, yakni Kiai Zaenal Arifin, Kiai Barkah, Kiai Siroj Ronggolawe, Kiai Abd Mudjib, Kiai Saifudin Aman, Kiai Marzuqi, Gus Ismail, Muhammad Rofi'i Mukhlis dan Gus Mustain untuk menguatkan permohonan penangguhan penahanan tersebut.

Meski begitu, penyidik menolak permohonan tersebut. Alhasil, hingga kekinian Maaher pun tetap berada di dalam sel tahanan Rutan Bareskrim Polri.

"Sampai saat ini Bareskrim Polri tidak melakukan penangguhan terhadap tersangka," kata Rusdi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2020) lalu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto