Netral English Netral Mandarin
20:20wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Ustaz Yahya Waloni: Kau Mau Coba, Saya Kasih Mati Kau, Saya Penggal Kepalamu Nanti!

Kamis, 29-April-2021 22:19

Ustaz Yahya Waloni
Foto : Istimewa
Ustaz Yahya Waloni
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ustaz Yahya Waloni naik pitam gara-gara ada orang yang memotong pembicaraannya saat berceramah di suatu daerah. Yahya bahkan mengancam membanting, membunuh dan memenggal orang tersebut.

Hal itu terlihat dalam video berjudul ‘Pantas Saja Ust Yahya Waloni Di Benci Kafir, Ternyata’ yang diunggah di kanal YouTube Termometer Islam, Rabu (28/4/2021). Tidak diketahui kapan dan dimana tepatnya video sebenarnya diambil. 

Dalam video itu, awalnya Yahya bercerita kepada jemaah tentang kondisi fisiknya yang kurang sehat sehingga tidak bisa berlama-lama di tempat itu.

Yahya mengaku sudah beberapa bulan terakhir mengalami sakit di bagian perut. Meski demikian, Yahya mengatakan dirinya tetap berceramah setiap hari.

“Saya datang di sini mungkin tidak lama karena saya dalam keadaan sakit-sakit. Saya sakit sudah beberapa hari, besok saya langsung mau ke Batam," ujar Yahya.

"Jadi saya sudah beberapa malam berdakwah. Siang malam. Kemarin dari Muara Kakus. Gak tahu sakit apa ini, sudah beberapa bulan, di dalam perut,” sambungnya.

Saat bercerita, tiba-tiba seseorang berteriak "Mau mati gak, Pak?."

Merespons itu, Yahya langsung menengok ke arah datangnya suara. Ia tampak marah hingga melontarkan kata-kata ancaman terhadap orang itu.

“Saya banting-banting kau nanti. Kau mau coba sama saya, ha? Saya kasih mati nanti kau. Saya penggal kepalamu nanti. Kau mau coba saya?" geram Yahya Waloni.

Karena tak ada respons balik dari orang  itu, Yahya pun melanjutkan ceritanya soal kondisi fisiknya yang sedang sakit dan padatnya agenda sehingga tenaganya diforsir.

“Jadi saya harapkan ke ibu bapak, jangan kecewa karena beginilah perjalanan seorang pendakwah. Kita enggak bisa paksa. Kalau memang sudah saatnya mati, kemarin saya berceramah di Pekanbaru itu memang forsir betul tenaga saya...," ucap Yahya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati