Netral English Netral Mandarin
05:41wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Utang WIKA Menggunung, Mustofa: BUMN kok Sama Penyakitnya, Janggal Gak sih?

Jumat, 03-September-2021 08:52

Ilustrasi, Gedung PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
Foto : Istimewa
Ilustrasi, Gedung PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Partai Ummat mempertanyakan mengapa BUMN penyakitnya sama mengalami penurunan laba bahkan hutang menggunung.

“BUMN kok sama penyakitnya. Janggal gak sih?” cuit Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitternya, Jumat 3 September 2021.

Untuk diketahui, Perusahaan konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebelumnya mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 83,41 miliar pada 30 Juni 2021 lalu. Laba ini turun tajam 62,30% secara year-on-year (YoY) dari sebelumnya Rp 250,41 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Turunnya laba bersih ini salah satunya disebabkan karena turunnya pendapatan perusahaan sebesar 5,13% YoY, dari sebelumnya Rp 7,13 triliun di akhir semester I-2020 menjadi senilai Rp 6,76 triliun di akhir periode Juni tahun ini.

Beban pokok pendapatan perusahaan pada periode ini turun menjadi Rp 6,22 triliun dari sebelumnya Rp 6,46 triliun. Beban usaha total juga ikut turun menjadi Rp 35,67 miliar dari sebelumnya Rp 415,03 miliar.

Beban dari pendanaan naik menjadi Rp 589,91 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 562,97 miliar. Bagian rugi dari entitas asosiasi berkurang menjadi Rp 14,74 miliar dari Rp 231,68 miliar.

Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito, mengatakan kontribusi terbesar dari penjualan didapat dari sektor infrastruktur dan gedung yang kemudian diikuti secara berturut-turut oleh sektor energy & industrial plant dan sektor industri.

"Keuangan Perseroan saat ini juga berada pada kondisi baik ditunjukkan dengan kas setara kas periode Juni 2021 ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta rasio gross gearing dan net gearing masing-masing hanya sebesar 1,58 kali dan 1,13 kali," kata Agung dalam siaran persnya, Selasa (31/8/2021).

Menurut dia, dengan kondisi ini perusahaan dinilai sangat sehat secara keuangan dan masih memiliki ruang yang cukup untuk berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur strategis yang menjadi fokus pembangunan oleh pemerintah.

Beberapa proyek yang dikejar penyelesaiannya oleh perusahaan selama enam bulan pertama tahun ini antara lain Bendungan Kuningan, Bendungan Bendo serta Jalan Tol Serang - Panimbang Seksi I. Proyek-proyek tersebut dijadwalkan untuk selesai dan diresmikan pada semester II-2021.

"Kami akan terus berupaya untuk menjaga kondisi keuangan WIKA tetap sehat, sehingga proyek-proyek yang telah dipercayakan kepada WIKA dapat kami tuntaskan dengan baik dan memberikan manfaat dari sisi profitabilitas untuk perusahaan serta kemanfaatan untuk masyarakat luas," terang dia.

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset WIKA menjadi sebesar Rp 62,59 triliun, turun dari posisi akhir Desember 2020 yang senilai Rp 68,10 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 41,57 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 21,02 triliun.

Di pos liabilitas, terjadi penurunan sepanjang semester I-2021 menjadi Rp 45,80 triliun dari sebelumnya Rp 51,45 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 33,11 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 12,69 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir Juni 2021 lalu mencapai Rp 16,78 triliun, naik tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 16,65 triliun.

Hingga akhir Juli 2021 lalu perusahaan memperoleh kontrak baru sebesar Rp 11,96 triliun, naik 168% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menambah order book menjadi Rp 78,57 triliun.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati