Netral English Netral Mandarin
04:17wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
UU Ciptaker Inkonstitusional, Wacana Dua Tahun Diberlakukan, Demokrat: Logika Apa Yang Dibuat MK?

Jumat, 26-November-2021 16:48

Ilustrasi Hakim MK
Foto : Antara
Ilustrasi Hakim MK
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Waketum partai Demokrat Benny Kabur Harman mengungkapkan kalau sikap Mahkamah Konstitusi bikin kekacuan hukum di Indonesia.

Sebab, kata Benny wacana Undang-Undang Ciptakan Kerja masih diberi waktu hingga dua tahun hingga ada revisi, merupakan sebuah keanehan.

"Ada kabar, UU Ciptaker yang telah dinyatakan inkonstitusional oleh MK tetap diberlakukan selama 2 tahun. Logika apa lagi yg dibuat MK ini? Mengapa MK membuat kekacauan hukum?di negeri ini? MK telah menjadi the guardian of unconstitutional government selama 2 tahun ini. #Liberte!," tulisnya dalam makin resmi twitternya, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Sebelumnya, diputuskan bahwa pembentukan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai "tidak dilakukan perbaikan dalam waktu 2 (dua) tahun sejak putusan ini diucapkan."

Kemudian, MK memerintahkan kepada pembentuk undang-undang untuk melakukan perbaikan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak putusan itu diucapkan.

Apabila dalam tenggang waktu tersebut tidak diperbaiki, maka UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menjadi inkonstitusional secara permanen.

Selain itu, MK juga menyatakan menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi