Netral English Netral Mandarin
18:40wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Vaksin AstraZeneca Diduga Sebabkan Pembekuan Darah, Ini Penjelasan IDI

Senin, 15-Maret-2021 17:35

Vaksin AstraZeneca diduga sebabkan pembekuan darah.
Foto : DW
Vaksin AstraZeneca diduga sebabkan pembekuan darah.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ramai dibicarakan soal vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diduga menyebabkan pembekuan darah. Mengetahui hal ini, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban angkat bicara.

Dampak dugaan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diklaim menyebabkan pembekuan darah menyebabkan sejumlah negara di Eropa menangguhkan pemakaian vaksin itu. 

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apakah benar AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah?

"Yang terang, WHO telah menyatakan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah," tegas Prof Zubairi, Senin (15/3/2021).

Kata Prof Zubairi, saat ini World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia sedang meninjau data-datanya. "Kita tunggu saja bagaimana nanti perkembangannya," sambung dia.

Menurutnya, penting dipahami, penangguhan AstraZeneca yang dilakukan sejumlah negara itu, karena mereka sedang meneliti data-data kematian di sana. "Bukan menolak," tegas Prof Zubairi.

Dipastikan, tidak ada pengaruhnya juga di Indonesia karena vaksin tersebut sudah melalui uji klinis yang baik. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat hasil studinya.

Timbul pertanyaan pula, apakah BPOM terlalu terburu-buru mengeluarkan EUA untuk AstraZeneca?

"Saya pikir tidak. Semua uji klinis AstraZeneca terbukti aman. Juga laporan interimnya," kata dia.

Sepengetahuan Prof Zubairi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperhatikan data-data, baru mengeluarkan izin darurat. Menurutnya, tidak benar apabila izin dikeluarkan secara terburu-buru.

Prof Zubairi meyakinkan, agar masyarakat tidak takut divaksin. Pasalnya, kejadian pembekuan darah itu tidak lebih sering dari kejadian yang terjadi selama ini, sebelum ada vaksin. Beberapa negara Eropa juga menyatakan hal yang serupa.

Apakah AstraZeneca efektif melawan varian baru corona? Vaksin itu menurut laporan Reuters, mampu melawan varian korona P1 yang sering disebut mutasi Brasil.

"Ini kabar baiknya. Itu berdasarkan keterangan institut biomedis Fiocruz Brasil," ucap Prof Zubairi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani