Netral English Netral Mandarin
22:21wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Vaksin di Tempat Wisata Ternyata Punya Kenikmatan Tersendiri

Selasa, 24-Agustus-2021 07:53

Vaksin di tempat wisata.
Foto : Kemenparekraf.
Vaksin di tempat wisata.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus mengakselerasi program vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga masyarakat umum sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran COVID-19 dengan terciptanya herd immunity atau kekebalan komunal sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

Berkolaborasi dengan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kemenparekraf/Baparekraf menghadirkan sentra vaksinasi di Pusdikkav, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Fasilitas ini beroperasi pada 20-24 Agustus 2021 dan diperuntukkan bagi pelaku parekraf serta masyarakat umum, dengan target penerima vaksin 1.000 - 1.500 per hari. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam menghadirkan sentra vaksinasi. Mudah-mudahan ini langkah kita bersama untuk mewujudkan herd immunity,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Senin, (23/8/2021).

Menurut data dari Kementerian Kesehatan per tanggal 21 Agustus 2021, masyarakat Jawa Barat yang sudah menerima vaksinasi dosisi ke-1 sebanyak  8,28 juta orang atau sekitar 21,85 persen. Dan yang menerima vaksinasi dosis ke-2 sebanyak 4,36 juta orang atau sekitar 11,51 persen. Targetnya sendiri sekitar 15 juta vaksinasi per bulan.

Oleh karenanya, Menparekraf mendorong para stakeholder untuk ‘gercep’ gerak cepat, ‘geber’ gerak bersama, dan gaspol ‘garap semua potensi’ dalam menghadirkan sentra vaksinasi.

Selain vaksinasi, Kemenparekraf dikatakan Sandiaga juga akan menggulirkan program dukungan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya bagi tenaga kesehatan. Program dengan anggaran sebesar Rp 300 miliar yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini diharapkan dapat mendukung reakvitasi industri pariwisata, khususnya perhotelan.

“Nantinya hotel-hotel yang ada di sekitar rumah sakit kita bantu untuk menyediakan tempat istirahat bagi tenaga kesehatan,” kata Sandiaga.

Menparekraf juga sedang berupaya agar penggunaan aplikasi PeduliLindungi dapat terintegrasi dengan penerapan protokol kesehatan. Sehingga nantinya, aplikasi PeduliLindungi dapat menjadi _crowd control_ di destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak atas kehadiran sentra vaksinasi bagi masyarakat Jawa Barat. Hal ini sangat membantu mempercepat target pemerintah untuk memvaksin sebanyak 37 juta masyarakat di Jawa Barat sampai dengan akhir Desember 2021.

“Target ini dapat terpenuhi apabila vaksinasinya mencukupi dari pemerintah pusat dan kerja sama seperti ini bisa terus dilakukan,” kata Ridwan.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa kondisi COVID-19 di Jawa Barat sudah melandai, ditandai dengan keterisian kamar rumah sakit sudah di angka 24 persen dari yang sebelumnya mencapai 90 persen. “Karena Jawa Barat sudah tidak dalam risiko tinggi, jadi destinasi wisata sudah kami izinkan untuk dibuka secara bertahap, dan kita akan lakukan monitoring dan evaluasinya,” ujarnya.

Ridwan Kamil juga berpesan apabila program vaksinasi ini sudah selesai, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.

“Kita tunggu sampai Presiden memproklamirkan bahwa pandemi telah usai. Jadi, sebelum ada pemberitahuan, kemanapun kita pergi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati