Netral English Netral Mandarin
03:58wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Vaksin COVID-19 Disebut Sebabkan Penerimanya Meninggal dalam 2 Tahun dan Picu Varian Baru, Begini Bantahan Satgas

Rabu, 04-Agustus-2021 03:00

 Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
Foto : covid19.go.id
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, informasi soal vaksin COVID-19 bisa menyebabkan kematian dalam dua tahun serta memicu varian baru virus corona merupakan kabar bohong atau hoaks.

"Terkait dengan pernyataan Luc Montagnier yang menyatakan semua orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun adalah tidak benar. Kutipan itu secara keliru dikaitkan dalam meme berita palsu yang telah beredar secara luas," kata Wiku Adisasmito, saat menyampaikan laporan perkembangan penanganan COVID-19 yang dipantau secara virtual dari YouTube BNPB di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Wiku mengatakan pernyataan bahwa vaksinasi dapat menyebabkan varian baru virus corona juga tidak benar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Wiku, menjelaskan bahwa vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus corona bermutasi menjadi varian baru.

"Mutasi terjadi ketika virus memperbanyak diri pada inang hidup. Pada vaksin, virus yang digunakan adalah virus yang sudah dimatikan, virus yang tidak utuh dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh," katanya.

Terkait dengan berbagai hoaks mengenai COVID-19 yang banyak tersebar, Wiku meminta kepada masyarakat untuk dapat selektif dan bijak dalam memilih dan mengabarkan informasi.

"Penting untuk diketahui bahwa hoaks dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama," katanya.

Menurut Wiku diperlukan kombinasi protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), 3T (testing, tracing dan treatment) serta vaksinasi.

Oleh karena itu masyarakat diminta untuk dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19 secara menyeluruh.

Wiku menambahkan pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 7 juta masker sejak 3 Juli 2021.

"Pemerintah juga membagikan vitamin bagi masyarakat, melakukan penebalan fasilitas isolasi terpusat di Jabodetabek bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah tersedia sebanyak 17.941 tempat tidur," katanya, seperti dilansir dari Antara. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP