Netral English Netral Mandarin
20:53wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Veronica Koman: 'Mendukung Veronica Koman' Itu Melanggar Pasal Apa dari UU Apa Rupanya?

Jumat, 11-Juni-2021 10:05

Veronica Koman
Foto : Twitter/Veronica Koman
Veronica Koman
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat HAM Veronica Koman protes atas penangkapan dengan tuduhan penyebaran berita hoaks mengandung SARA terhadap EKM.

Pasalnya, penangkapan tersebut disebut-sebut terkait dengan dirinya. 

“'Mendukung Veronica Koman' itu melanggar pasal apa dari UU apa rupanya?” tanya Veronika Koman penuh kesangsian melalui akun Twitternya, seperti dinukil NNC, Jumat 11 Juni 2021.

Untuk diketahui, Satgas Nemangkawi TNI-Polri menangkap pemilik akun Facebook berinisial EKM (38) di Merauke, Papua, Rabu (9/6). Tersangka ditangkap karena menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudussy mengatakan, tersangka merupakan ketua organisasi terlarang Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Merauke. Dia menyebarkan hoaks lewat akun Facebook bernama Manuel Matemko.

“Satgas Ops Nemangkawi kembali menangkap pelaku penyebar informasi hoaks, provokatif kebencian atau permusuhan individu maupun kelompok masyarakat dengan SARA. Pemilik akun facebook Manuel Metemko berinisial EKM Ketua I KNPB Merauke,” kata Iqbal lewat keterangannya, Kamis (10/6).

Iqbal menyebut, tersangka di medsos menyebar hoaks seperti ‘Kapolda Papua berhasil menghidupkan rasisme’, hingga ‘Kapolri dan Panglima TNI bertemu para bupati langsung isu teroris menggema di seluruh Papua’.

Tersangka ditangkap di rumahnya di Kec. Merauke. Dari tangannya diamankan ponsel yang berisi akun Facebook yang kerap dipakai untuk menyebar hoaks.

“Tersangka ditangkap saat berada di rumahnya. Membuat hoaks seperti mendukung Veronica Koman, dan pertemuan Panglima TNI dan Kapolri dengan tokoh Papua,” ujar Iqbal seperti dilansir Kumparan.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) Junto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 yaitu setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati