Netral English Netral Mandarin
02:01wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Viral Curhat Pekerja Swalayan Gajinya Dipotong, Kemnaker: Jarimu Harimaumu

Senin, 11-Oktober-2021 11:20

Tangkapan Layar Curhatan Pegawai Swalayan di Medsos
Foto : YouTube
Tangkapan Layar Curhatan Pegawai Swalayan di Medsos
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan atau curhatan seorang pekerja swalayan yang gajinya dipotong viral di media sosial (medsos). Terkait hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) angkatan bicara.

Melalui Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos), Indah Anggoro Putri, Kemnaker mengatakan, postingan yang diunggah oleh Riio Nevil Jarii itu berada di Kabupaten Pringsewu, Lampung adalah hoaks.

"Setelah kami melakukan koordinasi dan pengecekan, ternyata postingan itu hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Putri dalam keterangannya, yang dikutip Senin (11/10/2021).

Sebelumnya, Kemnaker telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu.

Pertama ditemukan, tidak ada warga Kabupaten Pringsewu atas nama Lisa Amelia. Kepastian tersebut diperoleh setelah Disnakertrans Pringsewu berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pringsewu.

Kedua, setelah mengecek ke pemilik Toko Jasmine Mart, nama Lisa Amelia tidak ada dalam daftar karyawan toko tersebut. Ketiga, lanjutnya, slip gaji yang diposting dalam medsos juga tidak sama, atau berbeda dengan slip gaji yang dimiliki dan dikeluarkan Toko Jasmine Mart.

Atas kasus tersebut, ucap dia, pemilik Toko Jasmine Mart telah melakukan somasi kepada Riio Nevil Jarii, terkait postingan yang mencemarkan nama baik tokonya.

Namun, kini permasalahan tersebut telah berakhir dengan klarifikasi dan permintaan maaf yang dilakukan Rioo Nevil Jarii kepada pemilik toko. Hasilnya, terjadi perdamaian antara kedua belah pihak.

"Kedua belah pihak berdamai tanpa ada tuntutan dan disaksikan oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Pringsewu," ungkap dia.

Atas kasus tersebut, ia berpesan kepada siapapun agar bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kalau dulu ada ungkapan mulutmu harimaumu, sekarang adalah jarimu harimaumu. Lebih bijaksana menyaring tulisan-tulisan sebelum men-sharing-nya. Karena memang jari-jarimu kini bisa menjadi harimaumu" ucapnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP