Netral English Netral Mandarin
05:31wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Viral Dubes Palestina Sebut Para Penggalang Dana Bantuan Minta Bagi Hasil, Netizen: Nah Ketahuan, Jatah Preman...

Kamis, 17-Juni-2021 11:50

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun
Foto : Benteng Sumbar
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet riuh rendah usai Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun  menyatakan bahwa para penggalang dana bantuan untuk Palestina sering meminta bagi hasil.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis 17 Juni 2021, banyak netizen langsung mencuit keras terhadap apa yang terjadi di Indonesia.

MLT: “Kelakuan.”

Misstha: “Penderitaan di buat cari untung perut sendiri.”

Arien Daw: “Pdhal di kanan kiri kita kalo kita mau melihat msh byk org yg susah makan. mrk jg sodara seiman klo mau sedekah based on iman ya mak. Itu akan lbh jelas nyampenya.”

CBi Log: “Nah ketahuan kan mints jatah preman.”

Aldebaran Brigitte Montoya: “Set dah, duit sumbangan msh dipalak jg. Dasar gak pny akhlak.”

Untuk diketahui, penggalangan dana untuk Palestina rupanya tidak semua murni untuk membantu negara tersebut. Tidak sedikit aksi penggalangan dana dimanfaatkan untuk cari untung dan dikorupsi.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengungkapkan bahwa dirinya tersinggung dengan berbagai upaya penggalangan dana untuk Palestina yang tidak pada tempatnya.

Penggalangan dana oleh sebagian organisasi yang mengatasnamakan Palestina selama ini pun tidak berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia.

Melansir Terkini.com, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menyampaikan adanya oknum-oknum di Indonesia yang memanfaatkan isu Palestina untuk menggalang dana dalam wawancara eksklusif dengan Kilat.com di Jakarta, Senin 14 Juni 2021.

“Saya merasa kaget dan tidak habis pikir, sebagai institusi perwakilan diplomatik, saya didatangi oleh oknum-oknum yang menawarkan penggalangan dana untuk Palestina, dan mereka minta bagi hasil, tentu saya menolak,” kata Zuhair Al Shun.

Pernyataan mengenai beberapa aktivitas penggalangan dana yang dilakukan oleh masyarakat di jalan-jalan, dan berbagai baliho yang terpasang di jalanan Jakarta dan berbagai kota di Indonesia, tidak terkait dan tidak berkoordinasi dengan Kedubes Palestina di Indonesia.

“Saya menolak bukan untuk meminta seluruh dana diserahkan ke Kedubes Palestina, namun saya menolak praktik korupsi dan pemanfaatan isu Palestina oleh LSM (lembaga swadaya masyarakat) atau ormas yang tidak bertanggung jawab,” kata Al Shun.

Ekskalasi konflik yang dipicu oleh upaya perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat dengan cara mengusir 28 keluarga di kawasan Sheikh Jarrah, telah ditunggangi oleh kepentingan Hamas.

Di Indonesia, konflik di Timur Tengah terkait isu Israel Palestina dijadikan momentum untuk mengumpulkan dana bagi Palestina. Memang sebagian masyarakat tergerak untuk membantu Palestina dengan menyalurkan donasi.

“Penggalangan dana oleh organisasi dan LSM di Indonesia mereka kelola sendiri, lalu mereka menyalurkan lewat jaringan mereka di antaranya melalui beberapa orang Indonesia yang berada di Jalur Gaza, atau tempat lain di Timur Tengah seperti Syria,” kata Al Shun.

Di tengah keprihatinan rakyat Palestina, penggalangan dana untuk Palestina perlu transparansi agar tidak merugikan Palestina di Indonesia.

Pemerintahan Otoritas Palestina di bawah kepemimpinan Mahmoud Abbas juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dukungan Pemerintah Indonesia kepada Palestina. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli