Netral English Netral Mandarin
00:42wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Viral Indoktrinasi Musik Haram untuk Santri Laksana Taliban, DS Mendadak Tersedak, Netizen: Mereka Lupa Nabi Daud...

Senin, 13-September-2021 09:00

Viral video santri tutup kuping saat dengarkan musik
Foto : Twitter/Denny Siregar
Viral video santri tutup kuping saat dengarkan musik
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengaku tiba-tiba tersedak gegara melihat video diduga berisi indoktrinasi tentang musik itu haram.

“Anjritttt, pagi2 udah keselek,” kata Denny Siregar, Senin pagi 13 September 2021.

Cuitan tersebut disampaikan saat menanggapi akun David Wijaya @David_Wijaya03 yang mengunggah video yang dimaksud dengan komentar:

“Ada yang tahu ini dari santri mana? Lebay banget sampai menutup kupingnya. Indoktrinasi mengharamkan musik ini gak beda jauh dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda & Wahabi Takfiri. @ChusnulCh__ @03__nakula @NinjaCir3ng @Mei2Namaku @mulanbilqis @pelitabangsa45 @_leonSR_ @Leonita_Lestari.”

Di dalam video yang diunggah, tampak sejumlah santri sedang duduk dan menutup kupingngya saat mendengar suara musik. 

Sontak banyak warganet merespons keras.

@eonest: “Mereka lupa atau pura2 lupa, kalau Nabi Daud mempunyai suara yang merdu.”

@jrw_mtc: ""aksi"nya krn diliat bnyak org (area publik), kebetulan berkelompok (seragam). Kejadianya akan beda bila mreka sndirian dan tdk dilihat (ekspos) di area publik? Kalo kegiatan outdoor, kantong bajunya diperiksa isinya buletan2 kapas."

@mahasiswigenz: “Musik haram tp nikmatin rumput tetangga dibolehin itulah kadrun.”

@shalomo07: “Sikapnya menutup telinga, tapi sebenarnya mereka sedang menikmati lagunya..... Itu yang bikin bang  @Dennysiregar7  keselek pagi-pagi...”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati