Netral English Netral Mandarin
10:04wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Viral Video Lawas Hilmar, Fadli Sebut Dirjen Kemendikbud Bela Sejarah Versi PKI dan Salahkan Orde Baru

Rabu, 21-April-2021 17:45

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid
Foto : Istimewa
Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid tengah ramai diperbincangkan di media sosial menyusul beredarnya video lawas pandangannya soal sejarah Kiri di Indonesia.

Video tersebut viral di tengah polemik yang terjadi Kemendikbud terkait tidak dimasukkannya peran pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Video berjudul 'Kaum Kiri dalam Historiography Orde Baru' yang diunggah akun YouTube JAVIN TV pada Desember 2011 lalu, kembali dibagikan sejumlah pihak, salah satunya pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya di akun Twitternya, @TofaTofa_id, Rabu (21/4/2021).

Dalam video tersebut, Hilmar Farid yang saat itu menyandang atribusi sejarawan Universitas Indonesia, diwawancarai tentang sepak terjang kalangan Kiri dan kasus tahun 1965 yang berdampak dalam perjalanan kebangsaan Indonesia.

Melihat jejak digital pernyataan Hilmar Farid itu, Mustofa mengaku tidak kaget dengan polemik yang terjadi Kemendikbud saat ini.

"Polemik di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bagi saya, TIDAK MENGAGETKAN SAMA SEKALI," cuit @TofaTofa_id.

"Kalau enggak percaya, silahkan tonton Pandangan Bapak Hilmar Farid yang sekarang menjabat Dirjen Kebudayaan ini, tentang sejarah PKI. Simpan videonya!" katanya.

Unggahan Mustofa itu ikut dikomentari oleh Anggota Komisi I DPR Fadli Zon. Ia menilai pernyataan Hilmar Farid dalam video berdurasi 5 menit 3 detik itu membela sejarah versi Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menyalahkan Orde Baru.

Menurutnya, Hilmar terkesan ingin membelokkan sejarah kelam atas kudeta dan pembantaian para Jenderal TNI dalam peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 silam.

"Dalam soal PKI, Dirjen Kebudayaan ini jelas bela sejarah versi PKI, menyalahkan Orde Baru dan TNI. Tak akui PKI lakukan kudeta, malah PKI sebagai korban. Ia tidak sebut G30S/PKI tapi G30S saja," tulis Fadli di akun Twitternya, Rabu (21/4/2021).

"Ia coba menepis penyiksaan terhadap para Jenderal di Lubang Buaya dengan hasil visum. Ia mau belokkan sejarah," jelas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli