Netral English Netral Mandarin
18:31wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Wacana Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat untuk Bepergian ke Luar Kota, Ini Kata IDI

Rabu, 17-Maret-2021 17:40

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban.
Foto : Twitter @ProfesorZubairi
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban.
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban angkat bicara terkait wacana sertifikat vaksin Covid-19. 

Wacana sertifikat akan digunakan sebagai syarat bepergian ke luar kota atau naik transportasi publik seperti pesawat terbang. 

Menurutnya, itu adalah wacana yang menarik. Bayangan Prof Zubairi, calon penumpang pesawat harus menunjukkan sertifikat vaksin pada bagian kontrol dan tak ada lagi testing atau karantina pada saat kedatangan.  

"Padahal, kita belum tahu, sejauh mana vaksin mencegah penerimanya untuk menularkan virus korona," kata Prof Zubairi, Rabu (17/3/2021).

Sebab itu, sebelum muncul kebijakan ini, harus ditahui dulu, kapan orang itu akan terlindungi dari infeksi setelah divaksinasi. 

"Apakah jika sekarang divaksin, besoknya kebal? Kan tidak. Seminggu? Belum juga. Sebulan? Itu baru muncul kekebalan yang lumayan," kata dia.

Menurutnya, harus diperhitungkan dengan rigid apabila akan dibuat kebijakan tersebut. Amannya, dua bulan setelah divaksin yang pertama atau minimal dua minggu setelah vaksin yang kedua, baru si penerima vaksin cukup terlindungi dari Covid-19.

Terakhir, jika memang kebijakan sertifikat ini lahir, perlu juga dipastikan tidak ada diskriminasi untuk orang-orang yang tidak bisa divaksin. 

"Misalnya, orang dengan penyakit akut kronik atau belum terkendali. Kebijakan itu harus adil juga untuk mereka," ujar dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP