Netral English Netral Mandarin
10:20wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Waduh! Ade Anggap Prank Rp2 T Tak Rugikan Siapapun, Christ: Manusia yang Otaknya Roh Jahat

Rabu, 04-Agustus-2021 10:23

Christ Wamea dan Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Christ Wamea dan Ade Armando
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Asal Papua, Christ Wamea menyentil Ade Armando dan menyebutnya sebagai manusia dengan otak roh jahat. 

“Manusia yg otaknya Roh Jahat,” kata Christ Wamea, Rabu 4 Agustus 2021.

Pernyataan itu disampaikan karena Ade Armando sebelumnya menganggap bahwa “prank” Akidi Tio soal sumbangan Rp2 triliun tidak merugikan siapa-siapa.

Dosen Universitas Indonesia ini juga  menyindir pihak yang ia sebut sebagai kelompok yang menyerukan “wajib memilih gubernur seiman.”

“Prank Rp2 T sih tidak merugikan siapa-siapa. Bandingkan dengan prank 'wajib memilih gubernur seiman' yang menghancurkan bangsa,” kata Ade Armando, Selasa 3 Agustus 2021.

Sebelumnya dinukil CNN Indonesia, Netizen sebut sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang diserahkan oleh almarhum Akidi Tio sebagai hoaks dan prank (lelucon dengan menipu) setelah anak bungsu pria itu, Heriyanti harus berurusan dengan polisi.

Nama Akidi Tio lantas trending di Indonesia usai peristiwa tersebut terjadi. Hingga pukul 15.56 sudah lebih dari 8.700 cuitan yang membahas Akidi Tio di Twitter.

Para netizen menyebut kasus sumbangan Rp2 triliun Akidi Tio mereka yang menyebut bila sumbangan Heriyanti bermasalah, secara otomatis masyarakat Indonesia kena lelucon atau prank berjamaah.

Sebelumnya nama Akidi Tio ramai dibicarakan karena memberikan sumbangan untuk penanganan wabah corona (Covid-19) dengan nilai tidak sedikit, yaitu Rp2 triliun.

Sumbangan triliunan rupiah tersebut baru diberikan secara simbolis melalui anaknya, Heriyanti. Ia mengaku uang tersebut merupakan tabungan dari sang ayah yang sudah meninggal lebih dahulu pada 2009.

Namun, setelah hampir sepekan berlalu uang tak kunjung diserahkan. Polda Sumatera Selatan lantas menetapkan anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti sebagai tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun.

Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menyiarkan kabar tidak pasti mengenai pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Heriyanti lantas dijemput aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dan tiba di kantor Polda sekitar pukul 13.14. Selang beberapa menit, dokter pribadi keluarga Akidi, Hardi Darmawan pun tiba dan langsung memasuki gedung.

Netizen pun menanggapi berita pemberian sumbangan yang tak kunjung diterima itu sebagai prank berjamaah yang dilakukan keluarga Akidi Tio.

"Sumbangan keluarga Akidi Tio sudah diserahkan hari ini tapi sayang hanya beda nama di Bank Sentralnya aja. Maafkan kami yang sudah kena Prank Berjamaah," tulis akun bernama Rudi dalam akunnya dikutip Senin (2/8).

Akun @AwhiRSaputra juga menyebut banyak yang kena prank sumbangan Rp2 T lantaran ternyata hoaks.

"Banyak yg kena Prank. 2T hoax," cuitnya.

Sedangkan akun lain menanggapi pemberitaan ini dengan lelucon melalui cuitannya.

"Lawak banget," cuit @missbthepiggy.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati