Netral English Netral Mandarin
08:58wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Waduh! Bantah Berikan Ancaman, Luhut Kirim Pesan ke SBY, Netizen Malah Bilang Begini

Selasa, 27-Juli-2021 10:55

Luhut Binsar Pandjaitan
Foto : Reuters
Luhut Binsar Pandjaitan
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Karena sempat dituduh menyampaikan ancaman, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan bantahan dan kirim pesan kepada Mantan Presiden Susio Bambang Yudhoyono (SBY). 

Selasa 27 Juli 2021, akun FB Mak Lambe Turah ikut menyoroti hal itu dan ditanggapi netizen keras. 

MLT: “Dear pak SBY......pak Luhut ada pesan lohhh...jangan baper yaaaa.”

Luhut Tobing: “Berbeda2 tipe dan cara memerintah negara/ pemimpin negara : ada mantan yg baper/curhat/sok paling santun dan paling ber etika/suka melantunkan lagu/sok paling pintar/sok paling pengalaman/yg hartanya tidak habis 7 turunan ntah dari mana lah sumber hartanya itu dan ntah dgn cara apalah dia mendapatkan hartanya itu/yg sahwat mau terus berkuasa nya sebesar tubuhnya/yg selama dia berkuasa tidak menghasilkan apapun yg baik bagi negeri ini terkecuali yg mangkrak2 disana sini/yg menguasai partai bersama keluarga nya yg bukan dia yg mendirikan/yg semua kader partai spesialis nyinyir tanpa ada aksi nyata yg positif mengatasi pandemi, dlsb nya sifat dan pikiran buruk nya.”

Untuk diketahui, Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pernyataan mengejutkan saat ditanya respons terhadap kritikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Luhut pernah dikritik oleh SBY soal gaya komunikasinya yang dinilai keras dan terkesan mengancam. Luhut menilai apa yang disampaikan SBY itu sah saja, namun menteri Jokowi ini merasa tidak pernah mengancam siapapun.

Luhut mempersilakan SBY atau siapapun untuk menilai cara dia berkomunikasi. Namun Luhut merasa dia tidak berupaya menyerang rakyat yang kritik. Hal ini terungkap dalam acara Double Check Kick Andy Metro TV, Minggu 25 Juli 2021.

Ia menjawab soal permintaan SBY agar pemerintah kurangi nada komunikasi yang mengancam. Luhut merasa gaya komunikasinya memang keras, itu adalah bawaan karakternya.

"Saya enggak temperamental kok, gaya Batak memang begini apalagi saya tentara lagi. Saya enggak merasa aneh, silakan dia (SBY) ngomong begitu. Saya ini care dengan banyak orang, lihat saja mana ada yang peduli nyapa anak buahnya. Saya ini keras terhadap pendirian saya," kata Luhut dikutip dari hops.id, jejaring media suara.com, Senin (26/07/2021).

Luhut dan SBY sama-sama lulusan Akademi Militer. Namun, SBY sebenarnya merupakan junior Luhut. Meskipun begitu, Luhut merasa enggak ada masalah soal etika kok, misalnya junior mengkritik seniornya secara terang-terangan.

"Ya dia kan mantan presiden, kita hormati lah. Saya enggak ada keberatan, saya bilang ke Pak Bambang (SBY) oke-oke lah hak beliau. Tapi semua hanya titip saja, pemimpin kalau selesai eranya, ya seperti Pak Habibie lah, mau duduk manis datang sekali-sekali kritik boleh lah. Tak perlu lah merasa yang berkuasa saat ini di bawah kita," ujarnya.

Meskipun begitu, Luhut kembali menegaskan bahwa pernyataannya tersebut tidak mengkritik SBY. Dia hanya ingin menegaskan posisi dan sikapnya setelah dikritik langsung oleh SBY.

"Jadi saya tak ada mentang-mentang, dari dulu saya begini mereka tahu kok," ujarnya menegaskan.

Pada tahun lalu, SBY secara terang-terangan menyebut nama Luhut alam kritiknya. Mantan presiden ini, gusar dengan cara komunikasi Luhut menanggi kritik dari masyarakat. SBY menilai Luhut kok nadanya ngancam mereka yang kritik pemerintah gitu ya.

Dia berpesan pemerintah jangan arogan, mengerahkan BIN untu menakut-nakuti rakyat. SBY bilang dulu di eranya kurang apa itu dia dikritik habis-habisan, namun pemerintah tetap berjalan, ekonomi tumbuh dan semua berjalan saja.

"Kepada Pak Luhut Binsar Pandjaitan, sahabat saya, harus kurangi pemerintah ini mengeluarkan statement yang nadanya ancaman, tidak baik lah. Ya memang pemerintah punya kekuasaan, Pak Jokowi punya kekuasaan, tapi kan kekuasaan ini bukan untuk menakuti rakyat," kata SBY waktu itu.

"Sampaikan dengan baik kan itu bisa ditempuh. Harapan saya, rakyat punya hak sampaikan kritik, atau pandangan ketidaksukaan pada negara, pemimpin kadang perlu dengar itu rakyat yang tidak suka pada negara, untuk introspeksi," ujar SBY tahun lalu. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli