Netral English Netral Mandarin
06:19wib
Sebanyak 1.296 sekolah menjadi klaster Covid-19 di saat pembelajaran tatap muka (PTM) diduga akibat penularan. Sejumlah sumber di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka
Waduh! Gegara Ditantang, Umat Kristen Ambon Bakal Hadiri Sidang Vonis HRS, Netizen: Umat Kristen Itu Nggak Rasis, Mungkin...

Rabu, 23-Juni-2021 08:35

Ilustrasi Sidang HRS dan anggota ormas Kristen Ambon
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi Sidang HRS dan anggota ormas Kristen Ambon
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan sikap ormas Umat Kristen Ambon yang menjawab tantangan menghadiri sidang vonis Habib Rizieq Shihab (HRS) ramai menjadi sorotan warganet.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Rabu 23 Juni 2021, sejumlah netizen malah menyebut mereka tak mewakili umat Kristen di Indonesia. 

MLT: “Morning gaisss. ini berapa orang sih jumlahnya???  sampai 270 juta gak sih.”

Nanda Jelita: “Maksudnya dia itu apa..kok ikut2an lugu dan polos.”

Ricky Pengagum Rahasiamu: “Yang jelas mereka tidak mewakili saya sebagai umat kristen.”

Lea: “Umat kristen itu nggak rasis mungkin dia kristen cuman ktp nya aja maaf..”

Untuk diketahui, Umat Kristen Ambon menerima tantangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadiri pembacaan vonis Habib Rizieq Shihab (HRS) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

“Shalom, kami perwakilan umat Kristen dari Ambon dengan ini menyatakan menerima tantangan JPU yang mengatakan bahwa gelar Imam Besar kepada HRS hanya isapan jempol belaka, maka dari itu kami menjawab tantangan itu, datang ke Jakarta di PN Jakarta Timur,” kata umat Kristen Ambon dalam video yang tersebar.

Sebelumnya, dalam sidang pembacaan replik atau tanggapan jaksa terhadap pledoi Habib Rizieq, jaksa menyampaikan keraguan akan status Imam Besar yang disandang HRS, terdakwa kasus swab RS Ummi Bogor, Senin (14/6).

Dalam sidang tersebut, jaksa menyebut bahwa gelar Habib Rizieq ‘Imam Besar hanya isapan jempol’ belaka.

“Kalimat-kalimat seperti inilah dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya berakhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas. Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka,” tutur jaksa.

Pengacara HRS Aziz Yanuar mengatakan, gelar imam besar diberikan jutaan rakyat Indonesia yang mengikuti aksi 212 pada 2 Desember 2016.

“Begini, jadi kalau dari saya pribadi dan tim kuasa hukum menanggapi soal itu masalah keberatan dengan ucapan atau klaim imam besar, itu hak setiap pribadi ya. Kita tidak pernah memaksa seseorang untuk menganggap Habib Rizieq imam besar, itu tidak pernah. Itu adalah klaim jutaan rakyat Indonesia itu setahu saya. Waktu aksi 212 waktu itu sampai saat ini juga sepengetahuan saya,” ujar Aziz. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto