Netral English Netral Mandarin
05:13wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Waduh, Netizen Ini Sebut Ustaz Tengku Meninggal Karena Dicekokin Virus Covid Oleh Intel

Rabu, 12-Mei-2021 02:00

ALM Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
ALM Tengku Zulkarnain
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Media sosial tengah dihebohkan dengan cuitan akun Twitter @plato_ids yang menuding ada campur tangan intelijen dibalikmeninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain pada Senin (10/5/2021).

Menurut @plato_ids, meninggalnya Ustaz Tengku akibat Covid merupakan ulah intel binaan 'jenderal merah' yang memasukkan mutasi virus corona asal India B1617 ke dalam minuman mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

"Meninggalnya Ustad Tengku Zulkarnain akibat covid merupakan ulah intel binaan jenderal merah yang sengaja berikan mutasi virus Covid dari India ke dalam minuman Ustad Tengku | setelah berhasil akun @xvidgmbk disuruh merangkai cerita untuk sudutkan Ustad Tengku | *infovalid," cuit @plato_ids, Senin (10/5/2021) malam.

"Admin @xvidgmbk sedang rayakan meninggalnya Ustad Tengku akibat covid di apartemen Kalibata | admin digembok merayakannya dengan pesta miras bersama biduan | admin digembok tahu betul jika Ustad Tengku sengaja dicovidkan | *infovalid," katanya.

Tak hanya itu, akun @plato_ids juga mengaku mendapat informasi valid bahwa ada yang memaksa pihak RS Tabrani Pekanbaru untuk mengulur waktu pertolongan medis terhadap Ustaz Tengku.

"Ada pihak yang memaksa pihak rumah sakit RS Tabrani Pekanbaru mengulur waktu pertolongan medis terhadap Ustad Tengku dengan menahan pemberian Ventilator | akibatnya Ustad Tengku telat ditangani dan tidak tertolong | *infovalid," cuit @plato_ids.

Dalam cuitannya, akun tersebut tidak menjelaskan siapa intel dan jenderal merah yang dimaksud, kapan dan di mana virus tersebut dimasukkan ke minuman Ustaz Tengku. Pun, tidak disebutkan pihak yang memaksa RS Tabrani Pekanbaru mengulur waktu pertolongan medis terhadap Ustaz Tengku.

Cuitan akun @plato_ids ramai dikomentari netizen. Banyak dari warganet yang mengecam hingga menghujat pemilik akun @plato_ids karena dinilai menyebar hoaks soal meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain.

Berikut komentar sejumlah netizen seperti dilihat netralnews.com di akun @plato_ids, Selasa (11/5/2021).

"Lo kalau nggak bikin hoax apa hidup Lo nggak tenang drun," sindir @2five02.

"(Emoji tertawa) ahli ngarang cerita dengan sign *infovalid .. dasar kadrun laknat di bayar berapa kau agar selalu bikin chaos," tulis @H4I1mun_D1n61n.

"Setiap tulisan harus by data bro, jangan asal nulis, tunjukkan siapa yang bilang, pertolongan di ulur ulur. Benci boleh, bodoh jangan. Ini masalah nyawa seseorang yang bisa mempengaruhi keluarga yang berduka juga. Pake akhlakmu," kata @MustBee17.

"RS Tabrani itu milik keluarga Ustad Tengku Zul. Mana bisa dipaksa begitu. Bikin fitnah pake ilmu dikit napa. LoL," tulis @afazrihady.

"Aneh kamu. Ngetweet kayak gini apa gak mikirin keluarga Almarhum? Orang sudah meninggal masih saja kamu jadikan bahan fitnah. Semoga Allah membuka kan hatimu yang penuh kebencian," tulis @junevale46.

"Demi “Perjuangan” sampai-sampai junjunganmu yang meninggal karena Covid dijadikan bahan gorengan ya?Padahal kami bersebrangan saja mengucapkan bela sungkawa. Serendah itukah kalian?" sindir @OmAdityaWisnu.

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia di RS Tabrani Pekanbaru pada Senin (10/5/2021) sekitar pukul 18.20 WIB. Ia dirawat di RS tersebut sejak 2 Mei setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group, Ian Machyar, kondisi kesehatan Ustaz Tengku sempat naik turun ketika menjalani perawatan medis akibat menderita infeksi virus corona.

Ian menjelaskan, dari yang semula keadaan Tengku terpantau membaik, kemudian tiba-tiba menurun cukup drastis. Bahkan Ustaz Tengku harus diberi alat bantu pernafasan atau ventilator.

"Iya, membaik betul. Siang masih membaik. Sore menurun, membaik lagi, menurun lagi sampai kita pasang buat nafas buatan," cerita Ian seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (10/5).

Diakui Ian, pemasangan ventilator terhadap Zulkarnain memang baru hari ini dilakukan lantaran kondisi pasien yang sempat naik-turun bahkan cenderung memburuk.

Sekalipun dipasang ventilator, lanjut Ian, kondisi Tengku Zul tak kunjung membaik. Kondisi Zulkarnain kata dia, justru kian menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. "Setelah dipasang ventilator itu makin menurun kan," ungkapnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P