Netral English Netral Mandarin
03:08wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Waduh! Setengah Warga DKI Kena Covid? Andi Arief Tak Tuntut Anies tapi Tuntut Jokowi Berikan Penjelasan

Minggu, 11-Juli-2021 08:57

Andi Arief dan Presiden Joko Widodo
Foto : Kolase Pikiran Rakyat
Andi Arief dan Presiden Joko Widodo
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Demokrat, Andi Arief menuntut penjelasan tentang kabar yang beredar bahwa setengah dari warga DKI  sudah kena Covid-19. 

Anehnya, yang dituntut bukan Gubernur Anies Baswedan namun Presiden Jokowi. 

“Pak Jokowi, sampaikan ke publik apa yg terjadi sebenarnya. Apa benar ada data separuh warga DKI terinfeksi covid? Penjelasan penting, agar rakyat bisa bersiap,” kata Andi Arief, Sabtu malam 11 Juli 2021.

Untuk diketahui, hampir separuh masyarakat DKI diperkirakan sudah terdeteksi Covid-19. Hal ini ditemukan melalui penelitian dari Hasil Survei Serologi COVID-19 antara beberapa pihak, yakni tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia hingga Eijkman.

"Deteksi kasus Covid-19 di Jakarta masih rendah, kalau liat penduduk Jakarta 10,6 juta, pravelensi yang kita temukan akhir Maret 2021 sebesar 44,5% penduduk pernah terinfeksi, Kira-kira terestimasi 4,717 juta. Ini cukup besar," kata Epidemiolog FKM UI Pandu Riono dalam konferensi pers, Sabtu (10/7/21).

Hasil itu mengejutkan karena yang terdeteksi jauh lebih sedikit dibandingkan data resmi yang terdata oleh Pemprov DKI Jakarta. Padahal, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan tracing dengan angka cukup tinggi.

"Kasus yang terlaporkan pada 31 Maret berdasarkan sistem hanya 382,055. Jadi sistem kita yang terdeteksi hanya 8,1%, jadi yang nggak terdeteksi kira-kira 91,9%. 90% lebih orang terinfeksi nggak terdeteksi sistem. Walau testing DKI sangat tinggi tapi belum banyak bisa mendeteksi. Karena sebagian besar nggak bergejala, toh yang bergejala juga nggak datang ke fasilitas kesehatan," kata Pandu.

Meski terlihat seperti kabar buruk, namun kabar baiknya adalah sebagian masyarakat yang sudah sembuh sudah memiliki antibodi setelah sembuh dari Covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyadari betul data ini, dan demi terciptanya kekuatan komunal, ke depan pelaksanaan vaksinasi akan terus dikebut.

"Menurut ekstrapolasi yang dilakukan, ketika bulan Maret ditemukan 44,5% pernah terinfeksi dan Juni 49,2%, artinya separuh dari penduduk di Jakarta sudah memiliki eksposur dan mudah-mudahan (ada) kekebalan di dalam urusan SARS-COV-2 yang sebabkan covid-19. Ke depan kita akan dorong lebih jauh supaya kegiatan vaksinasi bisa tuntas," kata Anies dinukil CNBC Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati