Netral English Netral Mandarin
17:30wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Waduh! HNW Ungkap Toleransi Kian Menipis, Eko Kuntadhi Justru Sebut Gegara Anak Masuk SDIT ala PKS

Selasa, 14-September-2021 11:57

Hidayat Nur Wahid
Foto : mpr.go.id
Hidayat Nur Wahid
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hidayat Nur Wahid menilai nilai toleransi bagi generasi muda semakin menipis. Namun di mata Eko Kuntadhi, penyebabnya karena banyak anak masuk SDIT ala PKS. 

“Woyyyy... Banyak anak yang masuk SDIT ala PKS. Untuk membuat dia kembali menjadi toleran dan manusia normal butuh waktu tahunan menghapus doktrin buruk intoleransi dari guru-gurunya,” kata Eko Kuntadhi, Selasa 14 September 2021.

“Ngomong aja lu...,” imbuh Eko.

Sementara sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan menipisnya nilai toleransi antar sesama bangsa telah menjadi ancaman. Menurutnya, sebagai negara besar yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, ras, warna kulit, Indonesia memiliki berbagai tantangan berat dalam sejarah perjalanannya.

Ia menjelaskan, bergantinya toleransi menjadi intoleransi sangat berbahaya bagi keberlangsungan Indonesia. Sebab, intoleransi membawa sikap individualistik yang akan mempersulit dalam menghadapi berbagai permasalahan internal dan eksternal, seperti bencana pandemi COVID-19.

"Untuk itulah, prinsip dan perilaku toleransi mesti disemai kembali, terutama kepada anak-anak sejak usia dini, melalui lembaga-lembaga pendidikan," kata HNW dalam keterangannya, Minggu (12/9/2021).

Hal tersebut disampaikan Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini saat menjadi narasumber secara virtual acara 'Sosialisasi Empat Pilar MPR RI'. Acara ini merupakan kerja sama MPR dan Yayasan Al-Barakah Abepura.

Ia menegaskan, lembaga pendidikan dibutuhkan dalam penguatan nilai toleransi. Dalam hal ini, generasi muda akan belajar sejarah tentang prinsip dan praktik toleransi yang telah dilakukan para Bapak dan Ibu bangsa Indonesia.

"Dengan perbedaan suku, agama, ras, pandangan politik, pendidikan, dan latar belakang profesi, mereka bisa menyatu sehingga Indonesia mampu meraih kemerdekaannya. Toleransi jugalah yang menyebabkan terbentuknya NKRI dan Pancasila," tambahnya.

Melihat pentingnya langkah penguatan tersebut, HNW melihat, diperlukan keteladanan untuk memaksimalkan teori dan prinsip toleransi. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa terutama orang tua, lembaga pendidikan, para tenaga pendidik, dan pemerintah untuk memberikan contoh nyata implementasi toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

"Intinya, mari kita semua sama-sama menjadi teladan bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain. Tanpa keteladanan, maka upaya memperkuat nilai toleransi akan sia-sia," pungkasnya seperti dinukil detik.com.

Sebagai informasi, acara yang dilaksanakan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (11/9) ini dihadiri anggota MPR Fraksi PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Yayasan Al-Barakah, dan para guru serta tenaga pendidik sebagai peserta.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli