Netral English Netral Mandarin
01:49wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Waduh! WHO Larang Penggunaan Ivermectin, Netizen: Uji Klinis Depkes RI Lebih Pintar atau Ini Konspirasi WHO?

Selasa, 29-Juni-2021 07:03

Ilustrasi Ivermectin
Foto : India TV
Ilustrasi Ivermectin
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memberikan izin penggunaan ivermectin kepada pasien COVID-19. Front Line Covid Critical Care atau FLCCC Alliance menilai anjuran tersebut tidak tepat, sebab ivermectin dinilai dapat menghambat penanganan COVID-19.

Namun, banyak warganet di Indonesia malah menyerukan agar mengabaikan pernyataan WHO. Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 29 Juni 2021, sejumlah netizen juga memberikan kesaksian khasiat obat itu.

Banyak pula yang mempertanyakan apakah ini konspirasi WHO di tengah uji klinis Kemenkes di RI.

MLT: “Morning gaiss. Abaikan WHO, dukung Erick Tohir dong. Sudah banyak yang sembuh lebih dari 33 negara. Kenapa dilarang hemm.”

Susan: “Ya aneh ya mak,,uji klinis nya udh keluar,,padahal bisa nolong orang yg kena covid awal,, jgn udh parah.”

Tini Jayadi: “Bgmn ini Mak.....apakah uji klinis Depkes RI lbh pintar dr WHO?”

Kemi Kemi: “Konspirasi who.”

Untuk diketahui, Chief Medical Officer FLCCC Alliance Pierre Kory mengatakan dalam uji coba dan pengalaman penggunaan ivermectin di berbagai negara, obat ini terbukti aman. Bahkan meskipun jika dikonsumsi setiap hari untuk pengobatan dan setiap pekan untuk pencegahan.

Ivermectin merupakan obat cacing. Sementara umumnya obat cacing digunakan satu tahun sekali, dan pada beberapa kasus seseorang diharus mengonsumsi setidaknya 6 bulan sekali.

"Dosis tinggi pun terbukti tidak memberikan efek samping. Ini (ivermectin) bahkan masuk ke dalam obat-obatan paling aman di dunia industri obat-obatan," ujarnya dalam diskusi virtual, 28 Juni.

Menurut data FLCCC penggunaan ivermectin untuk pasien COVID-19 telah dilakukan oleh 33 negara. Antara lain Brazil, Zimbabwe, Jepang, dan India. Bahkan, 15 negara sudah berhasil mengatasi kasus COVID-19 di negaranya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengaku sudah menyebarkan obat ivermectin ke sejumlah daerah. Ia pun mengklaim, ivermectin manjur dalam menangani pasien COVID-19 di antaranya Depok higga Semarang Timur.

"Berdasarkan data sementara laporan di lapangan atas hasil yang dilakukan oleh HKTI di beberapa daerah terhadap penggunaan ivermectin. Di Kota Tangerang, Jaktim, Depok, Bekasi menghasilkan tingkat kemanjuran yang hampir diseluruh daerah mendekati 100 persen untuk menurunkan COVID-19," tuturnya dalam diskusi virtual, Senin, 28 Juni.

Lebih lanjut, Moeldoko juga mengklaim bahwa ivermectin yang dikenal sebagai obat cacing itu juga mampu menurunkan kasus COVID-19 di Semarang Timur, Sragen, hingga kudus.

"Melihat data sementara ini, kami cukup optimis bahwa ivermectin dapat menjadi solusi obat efektif menyembuhkan pasien COVID-19," katanya.

Di samping itu, Moeldoko mengungkapkan alasan dirinya mendistribusikan ivermectin. Menurut dia, hal ini dilatarbelakangi kondisi penyebaran COVID-19 yang saat ini semakin meluas dan terus mengalami penambahan. Karena itu, ia berani membagikan ivermectin sebagai salah satu alternatif yang bukti efektif.

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan dalam kondisi kritis saat ini tidak bisa hanya diam saja. Apalagi, kata dia, vaksinasi COVID-19 pun belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Dalam menghadapi situasi kritis ini kita apakah harus diam? Menurut saya tidak. Kita harus lakukan sesuatu, diam adalah risiko kematian. Melakukan sesuatu belum tentu mati. Sebuah pilihan. Pilihan yang bijak melakukan sesuatu," jelasnya.

Sebelumnya, sejauh ini WHO hanya merekomendasikan penggunaan ivermectin untuk keperluan uji klinis bukan untuk pasien COVID-19, baik dalam tingkat keparahan apapun. WHO juga hingga saat ini belum merekomendasikan obat apapun yang terbukti efektif dalam pengobatan pasien COVID-19.

Kesaksian Netizen

Dinukil dari Berita Heboh, pernyataan  WHO Larang Penggunaan Ivermectin ini menuai komentar pedas warganet di antaranya ada yang memberi kesaksian penggunaan ivermectin ternyata berhasil hambat virus hanya saja penggunaannya harus sesuai resep dokter.

“Kebetulan anak buah suami saya pakai ivermectin ini. dan dlm 2 hr gejala2 spt demam, hilang indera penciuman alhamdulillah sembuh kembali spt sediakala. dosisnya diminum ga tiap hr sih, tp hari ke 1, 3, 5,” ungkap akun @la**s

“Kesaksian sya ya ini.dri sya sendiri, adik ipar dan org wisam yg minta ivermectin ke istri ya syukur merka semua jdi negativ hasilnya dlm seminggu.tp hrus pke resep ya. Berat badan pasien hrus tau.ada takaranna,” tambah akun @br**

“Klo di beberapa negara sdh membuktikan penggunaan ivermectin efektif buat covid 19 knp WHO melarang apakah ini permainan WHO agar covid 19 trus berkembang... padahal FLCCC blg efektif dan tdk ada efek samping...,” tulis akun @wahy*.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani