Netral English Netral Mandarin
14:25wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wagub DKI Bakal Kenai Sanksi Pihak yang Cemari Teluk Jakarta

Senin, 04-Oktober-2021 19:30

Pencemaran Teluk Jakarta
Foto : Istimewa
Pencemaran Teluk Jakarta
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta bakal menindak tegas dengan memberi sanksi kepada pihak yang sengaja mencemari laut Ibu Kota, dengan ditemukan kandungan parasetamol. 

"Tentunya ada sanksi nya ya, ada peraturan nya," kata Wagub DKI, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Senin (4/10/2021). 

Saat ini, ujar Riza, Pemprov DKI Jakarta masih menunggu hasil penelitian dari tim Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi DKI dari sample air laut yang diambil dari Teluk Jakarta. 

"Ya tentu kita sedang lakukan penelitian ya, nanti di cek juga ya apa unsur kesengajaan atau tidak ya," papar dia. 

Pada Sabtu (2/10/2021) kemarin Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI telah mengambil sampel air laut di 4 titik Teluk Jakarta, yakni di perairan Dermaga Marina, Muara Ancol, Dermaga Angke dan Muara Angke.

Sampel tersebut kini tengah berada di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi DKI Jakarta untuk diteliti.

Meski demikian, pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan ini meminta, warga dan pelaku industri untuk tidak membuang sampah apalagi limbah ke tempat umum yang dapat mencemari lingkungan. 

"Jangan membuang sampah apalagi limbah di tempat umum, di sungai, di danau di waduk apalagi di laut tidak diperkenankan ya," tutupnya. 

Sebelumnya, Pusat Penelitian Oceanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan adanya kandungan paracematol tinggi di Angke dan Ancol yang berada di kawasan Teluk Jakarta. 

Hasil penelitian tersebut masuk dalam publikasi LIPI yang diunggah pada 14 Juli 2021 melalui laman resminya lipi.go.id, terkait tingginya konsentrasi paracetamol di Teluk Jakarta, dengan judul: High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia.

Peneliti tersebut di antaranya Wulan Koagouw dan Zainal Arifin. Keduanya dari dari Pusat Penelitian Oceanografi itu menemukan dari empat titik yang diteliti di Teluk Jakarta, dua di antaranya, yakni di Angke terdeteksi memiliki kandungan paracetamol sebesar 610 nanogram per liter dan di Ancol mencapai 420 nanogram per liter.

Sementara itu, berdasarkan lampiran VIII PP Nomor 22 Tahun 2021, parameter baku mutu air laut mencapai 38 jenis yakni warna, kecerahan, kekeruhan, kebauan, padatan tersuspensi total dan sampah.

Kemudian, suhu, lapisan minyak, pH, salinitas, oksigen terlarut, kebutuhan oksigen biokimia, ammonia, ortofosfat, nitrat, sianida, sulfida, hidrokarbon petroleum total, senyawa fenol total, poliaromatik hidrokarbon, poliklor bifenil, surfaktan, minyak dan lemak.

Selanjutnya, pestisida (BHC, aldrin/dieldrin, chlordane, DDT, heptachlor, lindane, methoxy-chlor, endrin dan toxaphan), tri buti tin, raksa, kromium heksavalen, arsen, cadmium, tembaga, timbal, seng, nikel, fecal coliform, coliform total, pathogen, fitoplankton dan radioaktivitas.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani