Netral English Netral Mandarin
13:48wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wagub DKI: Stok Vaksin COVID-19 Jakarta saat ini 14 Juta

Selasa, 17-Agustus-2021 07:00

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria
Foto : Istimewa
Wagub DKI, Ahmad Riza Patria
48

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seiring dengan peningkatan target vaksinasi COVID-19 di Jakarta hingga 11 juta orang dari sebelumnya 8,8 juta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa stok vaksin yang ada di Jakarta saat ini lebih dari cukup untuk mencapai target itu.

"Stok vaksin cukup, ada lebih dari 14 juta stok vaksin yang ada," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (16/8/2021) malam.

Target 11 juta warga tervaksin tersebut, diprediksi oleh Riza akan cepat tercapai di Jakarta mengingat saat ini perkembangan vaksinasi di Jakarta sudah tinggi.

Riza menjelaskan berdasarkan data yang diterimanya, saat ini vaksinasi terporogram di DKI Jakarta sudah mencapai 9.069.350 orang untuk dosis satu dan 4.310.395 orang untuk dosis kedua.

"Ini sudah melebihi target awal 8,8 juta, namun Pemprov DKI memutuskan untuk menaikannya menjadi 11 juta. Akan kita selesaikan semua sampai dosis kedua," tuturnya.

Dari sembilan juta orang tersebut, Riza menyebut sekitar 30 hingga 40 persen adalah mereka yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta.

"Hal ini dilakukan agar semua warga yang ada di Jakarta tervaksin yang akhirnya mampu menciptakan kekebalan komunal," tuturnya.

Meski telah mencetak tingkat vaksinasi yang tinggi, Riza meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, karena penularan itu masih bisa terjadi.

"Karenanya tetap harus menaati dan bertanggung jawab atas protokol kesehatan, karena potensi penyebaran masih ada. Namun kita harap setelah semua tervaksinasi Jakarta bisa segera masuk ke kekebalan komunal dan akhirnya bisa memutuskan mata rantai penyebaran.

Reporter : Antara
Editor : Wahyu Praditya P