Netral English Netral Mandarin
03:45wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Wah, Corona Meledak, Anies Dituding Sibuk Nyapres, Netizen Malah Ungkit Kali Busuk, Toa, hingga Asbak

Rabu, 23-Juni-2021 09:03

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Foto : Liputan6.com
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPRD DKI menuding Anies Baswedan malah sibuk nyapres di tengah kasus Covid-19 yang terngah meledak.

Sontak hal itu membuat warganet bergolak. Di akun FB Mak Lambe Turah, Rabu 23 Juni 2021, netizen malah ungkit-ungkit masalah masa lalu yang viral dari mulai toa hingga asbak. '

MLT: “Wan abud harus baca..nanti Mak mau posting di IG biar kebaca.”

Sutrisno Susilo: “Ambisi yg berlebihan.”

Shully Formosa: "Bismillah.... Apa kabarmu plenn. Pengamat bingung. Saya aja bingung.  ko otak dengkul it siapa yg ngangkat jadi gubernur.... Orang ini ... Saat kali Bau busuk yg di kerjakan waring. Saat ibu kota negara kebanjiran yg di kerjakan LOBANG dan TOA .. Saat ibukota kemacetan yg di kerjakan TUGU dan NAMPAN .. Saat DKI lagi melonjak parah covid 19 yg di kerjakan PANEN dan ASBAK.. ... Program UTAMA OKE OCE  nihil. Rumah DP O % ngacirrrrr. Apa aja sih yg kerjakan KADAL satu ini.??" 

Untuk diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyindir Gubernur DKI Anies Baswedan yang sempat bertemu dan makan bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) di tengah kasus COVID-19 DKI yang mulai melonjak. Dia meyakini Anies berambisi maju dalam Pilpres 2024.

"Ya kalau arah-arah sudah terlihatlah (berambisi nyapres). Di situasi pandemi COVID ini dia berkeliling di luar Jakarta. Kemarin dia makan bareng Ridwan Kamil di IPDN. Padahal Jakarta sekarang sedang prihatin dengan COVID. Terlihat dengan adanya kemarin Lebaran," kata Prasetio di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2021).

Politikus PDIP itu mengaku tak keberatan jika Anies berniat maju dalam Pilpres 2024. Namun dia mewanti-wanti agar Anies tak melupakan tanggung jawabnya sebagai gubernur. Hal inilah yang menjadi alasannya melemparkan pantun bernada sindiran saat rapat paripurna HUT DKI Jakarta Ke-494 hari ini.

"Cita-citanya kan dia mau jadi capres 2024, ya sah-sah saja kan saya bilang. Tapi beresin dong masalah di Jakarta dulu. Itu yang saya sedikit menyinggung gubernur," sebutnya.

"Jadi saya membuat pantun terakhir itu mengingatkan kepada Pak Gub supaya berkonsentrasilah masalah Jakarta dengan adanya pandemi COVID varian yang kedua ini. Kalau nggak pemerintah daerah ada di tengah-tengah masyarakat, masyarakat juga nggak mengerti bagaimana sih orang terpapar COVID," sambungnya.

Salah satu permasalahan yang disoroti Prasetio ialah peran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang dinilai terlalu sentral. Menurutnya, hal ini membuat pembangunan di Jakarta menjadi lambat.

"Keterlibatan TGUPP sangat luar biasa, akhirnya SKPD tidak berani penyerapan anggaran karena terhambat semua. Ini bukan, sekali lagi, saya mengada-ada. Ada terlibatlah masalah sekarang, kepala dinas semua plt. Itu kan fungsinya nggak berjalan. Semua terkendala kepentingan yang lebih di atas daripada kepala dinas," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan salat berjemaah dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kabupaten Sumedang, Jumat (11/6/2021). Tak hanya itu, keduanya juga terlihat akrab sarapan di sebuah rumah makan pada hari yang sama.

Pertemuan kedua kepala daerah itu dinilai sebagai kode keras agar ada partai politik yang menggaet keduanya untuk maju dalam Pilpres 2024.

"Tentu saja itu kode keras agar dilirik partai politik. Selain terus berusaha menciptakan momen politik, tentu saja Anies-RK sedang kerja keras untuk dapat dukungan parpol. Salah satu dengan terus menjaga popularitas dan elektabilitasnya tetap kuat. Tanpa itu semua daya tawar Anies-RK bakal lemah," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno seperti dilansir detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati