Netral English Netral Mandarin
07:09wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wah, PAN Tegur PSI agar Jangan Jadi Benalu Koalisi Jokowi, Mustofa: Biarin Jangan Dilerai, ya

Sabtu, 28-Agustus-2021 09:42

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Merdeka.com
Mustofa Nahrawardaya
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Pernyataan PAN yang menegur PSI agar tidak menjadi benalu bagi koalisi parpol pendukung Presiden Joko Widodo menarik perhatian publik. 

Bahkan politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya malah menyindir kocak.

“Biarkan, jangan dilerai ya,” kata Mustofa pendek melalui akun Twitternya, Sabtu 28 Agustus 2021.

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Amanat Nasional (PAN), Rizki Aljupri, mengingatkan agar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak menjadi benalu di dalam koalisi partai politik (parpol) pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Peringatan itu disampaikan Rizki merespons pernyataan Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni, yang meminta jajaran pengurus PAN berhenti bermain dua kaki bila ingin masuk dalam koalisi parpol pendukung Jokowi. Rizki pun membantah bahwa PAN pernah bermain dua kaki.

"PSI jangan sampai menjadi benalu di dalam koalisi pemerintah," ucap Rizki seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (27/8).

Ia menyatakan, PAN tidak pernah bermain dua kaki. Menurutnya, bukti bisa dilihat dari langkah Asman Abnur yang langsung mundur dari jabatan sebagai Menpan RB setelah PAN resmi memberikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pertengahan 2018.

Bagi PAN, kata Rizki, masuk menjadi bagian dari koalisi parpol pendukung pemerintah bukan penghalang untuk tetap memberikan saran dan masukan yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.

"Tentu, hal ini akan dilakukan melalui Fraksi PAN di DPR RI dengan menjunjung tinggi etika politik," ujarWakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP PAN itu.

Ia pun meminta PSI tidak mencampuri dapur PAN. Rizki berkata bahwa masing-masing parpol memiliki strategi elektoral yang berbeda-beda.

"Lebih baik teman-teman PSI fokus bagaimana bisa lolos ambang batas parlemen di Pemilu Legislatif 202," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni, mengingatkan jajaran pengurus PAN untuk berhenti bermain dua kaki bila ingin masuk dalam koalisi parpol pendukung Jokowi.

Ia meminta jajaran pemimpin PAN di bawah kepengurusan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat ini tidak mengulang perilaku seperti yang dilakukan saat bergabung dalam koalisi parpol pendukung Jokowi di periode 2014-2019.

"Saya berharap pada periode ini pemimpin PAN di bawah Zulhas dapat lebih konsekuen dalam pilihan politik mereka. Bila memang bergabung dalam koalisi ini, maka jadilah peserta koalisi yang konsekuen yang memberikan dukungan politik kepada Jokowi dan berhenti bermain dua kaki seperti yang pernah ditunjukkan pan pada periode sebelumnya," kata Juli lewat keterangan videonya kepada wartawan, Kamis (26/8).

Ia mengingatkan, perilaku PAN saat bergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintahan Jokowi periode 2014-2019 seperti bermain dua kaki.

Pasalnya, menurutnya, PAN masih senantiasa 'menembaki' Jokowi setelah diberikan jabatan Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) serta Menpan RB.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani