Netral English Netral Mandarin
10:41wib
Barcelona mengonfirmasi bahwa mereka akan berpisah dengan megabintang Lionel Messi karena tidak menandatangani kontrak baru. Valentino Rossi pada Kamis di Austria telah membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoGP dalam 25 tahun terakhir ini setelah musim 2021 usai.
Wah, Surati Kapolri, ICW Minta Firli Ditarik dari KPK, EK: Rombongan Novel Ini Merasa Berkuasa di Atas Segalanya

Selasa, 25-Mei-2021 15:53

Novel Baswedan
Foto : Nawacitapost
Novel Baswedan
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi menyindir Novel Baswedan dan para pendukungnya sebagai kelompok yang berkuasa di atas segalanya. 

Hal itu disampaikan setelah ICW menyatakan bakal menyurati Kapolri agar Firli ditarik dari KPK. 

“Hanya di Indonesia wewenang LSM melampuai DPR, Pansel KPK, Menhumkam dan Kapolri. Emang rombongan Novel ini merasa berkuasa di atas segalanya...,” kata Eko Kuntadhi, Selasa 25 Mei 2021.

Untuk diketahui, Indonesia Corruption Watch (ICW) akan menyambangi Mabes Polri guna menyerahkan surat yang ditujukan kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (25/5) siang.Surat tersebut berkaitan dengan perilaku Ketua KPK, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Firli Bahuri. Mereka meminta Listyo menarik Firli dari KPK ataupun memecat Firli.

"Pukul 14.30 WIB Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang diwakilkan oleh ICW akan mendatangi markas besar Kepolisian Republik Indonesia guna mengantarkan surat kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ihwal permintaan penarikan atau pemberhentian Komisaris Jenderal Firli Bahuri sebagai anggota Kepolisian," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (24/5).

Kurnia menuturkan Firli selama menjadi pimpinan KPK acap kali membuat kontroversi. Adapun sejumlah tindakan itu seperti pengembalian paksa penyidik Kompol Rossa Purbo Bekti, melakukan perbuatan melanggar etik, hingga berperan dalam penonaktifan 75 pegawai tak lolos tes wawasan kebangsaan.

"Untuk itu, kami mendesak agar Kapolri dapat menarik Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, atau bahkan, memberhentikan yang bersangkutan sebagai anggota Polri aktif," kata Kurnia.

Firli, bersama pimpinan KPK lainnya, sebelumnya telah dilaporkan 75 pegawai lembaga antirasuah yang dinonaktifkan ke sejumlah instansi terkait dengan pelaksanaan TWK, seperti Dewan Pengawas KPK, Ombudsman RI, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli