Netral English Netral Mandarin
06:57wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Wah, Taliban Afganistan Tak Wajibkan Perempuan Kenakan Burqa, Denny: Start Awal Bagus, Drun Perhatikan nih!

Rabu, 18-Agustus-2021 11:10

Ilustrasi Wanita dengan mengenakan burqa.
Foto : shetyawan.blogspot.com
Ilustrasi Wanita dengan mengenakan burqa.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar baru dari Afganistan. Usai menguasai Kabul, pihak Taliban mengumumkan bahwa burqa tak wajib dikenakan bagi perempuan namun hijablah yang wajin digunakan sebagai penutup kepala. 

Menanggapi hal itu, Denny Siregar mencuit di akun Twitternya.

“Wah sudah berubah nih kayaknya si Taliban. Sebuah start awal yang bagus..  Drun, perhatikan nih..,” kata Denny, Rabu 18 Agustus 2021.

Sebelumnya diberitakan, Kelompok Taliban memberikan indikasi pertama sejak mereka berkuasa di Afghanistan.

Mereka tidak akan mewajibkan burqa penuh bagi perempuan, seperti yang mereka lakukan saat terakhir memerintah Afghanistan.

Seperti dilansir Kompas.com dari Straits Times, Selasa (17/8/2021), di bawah aturan garis keras militan 1996-2001, sekolah-sekolah perempuan ditutup, perempuan dilarang bepergian dan bekerja, dan wajib mengenakan burqa yang menutupi semua di depan umum.

"Burqa bukanlah satu-satunya hijab (penutup kepala) yang (dapat) digunakan, karena ada berbagai jenis hijab yang tidak terbatas pada burqa," kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik kelompok tersebut di Doha, kepada Sky News Inggris.

Burqa atau burka, kadang disebut burkak dalam bahasa Indonesia, adalah satu potong pakaian super longgar yang menutupi seluruh badan dari ujung kepala hingga ujung kaki, dengan persegi dilengkapi jala tembus pandang di wilayah mata agar pemakainya bisa melihat.

Shaheen tidak merinci jenis jilbab lain yang dianggap dapat diterima oleh Taliban.

Di samping keprihatinan yang berpusat pada pakaian, banyak negara dan kelompok hak asasi meningkatkan alarm untuk nasib pendidikan perempuan di Afghanistan yang sekarang kembali berada di tangan kelompok militan garis keras yang sudah menguasai ibukota Kabul pada hari Minggu (15/8/2021).

Shaheen juga berusaha memberikan kepastian tentang pendidikan perempuan di bawah kekuasaan Taliban saat ini.

"Perempuan bisa mendapatkan pendidikan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, itu berarti universitas. Kami telah mengumumkan kebijakan ini di konferensi internasional, konferensi Moskow dan di sini di konferensi Doha (tentang Afghanistan)," kata Shaheen.

Ribuan sekolah di wilayah yang direbut Taliban masih beroperasi, tambahnya.

Pemerintah Taliban sebelumnya pada tahun 1996 - 2001 memberlakukan interpretasi syariah yang paling ketat, hingga membentuk polisi agama untuk menekan "kejahatan".

Salah satunya ketika Pengadilan Taliban memberikan hukuman ekstrim termasuk memenggal tangan pencuri dan rajam sampai mati wanita yang dituduh berzina.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto