Netral English Netral Mandarin
02:52wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Wah, Ternyata Asma Tak Bisa Disembuhkan

Sabtu, 08-Mei-2021 14:40

Asma tak bisa disembuhkan tapi bisa diatasi.
Foto : Antara
Asma tak bisa disembuhkan tapi bisa diatasi.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa asma tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikendalikan.

"Perilaku pencegahan terhadap paparan faktor risiko asma lebih diutamakan ketimbang pengobatan," ujar Wamenkes dalam temu media virtual terkait Hari Asma Sedunia tahun 2021, Jumat, (7/5/2021).

Ia mengatakan intervensi awal dalam mengurangi paparan risiko asma sangat dibutuhkan bagi penderita.Ia menyampaikan pencegahan terhadap faktor risiko asma, diantaranya menghindari paparan alergen dari tungau, bulu binatang, debu, asap rokok, udara dingin dan lain sebagainya.

Asma, kata Dante, merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM). PTM menjadi masalah kesehatan yang berdampak sosial maupun ekonomi dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Ia mengemukakan data WHO-SEARO 2012 menunjukkan dari 71 persen kematian di dunia adalah penyakit tidak menular, diperkirakan 1,4 juta meninggal karena penyakit saluran napas kronik.    

"Meliputi asma 7,8 persen dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) sebesar 86 persen," papar Dante

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan, terutama bagi penderita asma agar lebih waspada di tengah pandemi COVID-19.

"Virus COVID-19 juga menyerang sistem pernapasan hal ini membuat penyandang asma lebih rentan mengalami keparahan bila terkena COVID-19," ungkap Dante.

Dalam kesempatan sama, perwakilan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Feni Fitriani Taufik mengatakan asma merupakan penyakit saluran napas kronik yang sifatnya menahun dengan gejala pernapasan yang bervariasi dari waktu ke waktu dan sebagian besar merupakan faktor turunan.

"Gejalanya ada mengi, batuk, sesak dada terasa berat, sering muncul pada malam atau awal pagi. Gejala bisa bervariasi sesuai waktu dan intensitas," ujarnya.Ia menegaskan, asma tidak menular. Namun, infeksi virus seperti pernapasan (seperti flu) dapat menyebabkan serangan asma.

"Pada anak-anak sering dikaitkan dengan alergi, tetapi jika dimulai pada saat dewasa lebih jarang alergi," katanya.Ia menambahkan penderita asma juga bukan akhir dari kehidupan.

"Jika asma terkontrol dengan baik, penderita dapat berolahraga, bahkan dapat meraih hasil terbaik," ucapnya.
 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati