Netral English Netral Mandarin
12:29wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wah, UI Digoyang Demo! Ade Armando: Menggugat UI, Kita Dukung Terus!

Rabu, 13-Oktober-2021 15:29

Mahasiswa UI memprotes Statuta UI
Foto : Yahoo Berita
Mahasiswa UI memprotes Statuta UI
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Demonstrasi mahasiswa UI memprotes Statuta UI mendapat dukungan Ade Armando. 

“Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se Universitas Indonesia, bersama para guru besar dan dosen, menggugat pimpinan UI,” kata Ade Armando, Rabu 13 Oktober 2021.

“Mahasiswa dan dosen menuduh pimpinan UI mengeluarkan anggaran dasar UI yang memberikan kesempatan bagi lahirnya sentralisasi kekuasaan di tangan rektor, hilangnya mekanisme kontrol, terbukanya pintu bagi partai politik untuk mengendalikan UI, serta menghilangnya kepedulian pada kalangan tidak mampu. Kita dukung terus!!!!!!!” tandas Ade Armando.

Untuk diketahui, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi menolak Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2021 Tentang Statuta UI. Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra membenarkan adanya aksi tersebut yang digelar di lingkungan kampus UI pada Selasa (12/10/2021) hari ini. 

“Hampir 400 gabungan mahasiswa dan dosen” kata Leon saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (12/10/2021). 

Aksi tersebut menolak pemeberlakukan hasil revisi dari PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI, yang kini menjadi PP 75/2021. 

Aliansi BEM se-UI menilai revisi statuta UI ini memiliki kecacatan baik secara formal maupun materiil sejak proses perumusannya. 

Selanjutnya, BEM UI menilai pengesahan akhir naskah revisi Statuta UI juga dinyatakan tidak sesuai dengan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). 

Kemudian, Statuta UI yang baru juga menghasilkan beberapa kecacatan substansial. 

“Salah satunya adalah mengizinkan adanya kesempatan bagi rektor untuk lagi-lagi melakukan tindakan rangkap jabatan,” tulis aliansi BEM se-UI dalam keterangannya. Aliansi BEM se-UI bersama perwakilan Dewan Guru Besar (DGB) puntelah mengajukan permohonan keterbukaan informasi terkait revisi Statuta UI kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UI pada Senin (30/8/2021). 

Surat permohonan yang sama juga telah diajukan kepada PPID di tiga kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada Senin (13/10/2021). 

“Hingga saat ini, aliansi belum mendapatkan dokumen-dokumen yang diajukan sebagai pendukung transparansi terhadap revisi Statuta UI,” tulisnya. 

Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk Dewan Guru Besar (DGB), mendesak pemerintah mencabut PP 75/2021 tersebut. 

UI menilai statuta baru memiliki kecacatan secara formil dan materil. Sebagai gantinya, pemerintah diminta memberlakukan kembali Statuta UI lama, yaitu berdasarkan PP Nomor 68 Tahun 2013. 

"Dalam rangka menjaga martabat dan wibawa UI, DGB UI memohon kepada Presiden melalui kementerian terkait untuk tidak memberlakukan PP Nomor 75 Tahun 2021, dan kembali pada Statuta UI berdasarkan PP Nomor 68 Tahun 2013," ungkap DGB UI melalui keterangan resmi yang ditandatangani ketua dewan, Harkristuti Harkrisnowo, seperti dilansir Kompas.com, pada Senin (26/7/2021).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P